Manchester United mulai membuka peluang melepas Joshua Zirkzee ke Juventus dengan skema pinjaman untuk musim 2026-2027. Langkah ini diambil setelah posisi striker asal Belanda itu semakin terdesak di Old Trafford.
Juventus sendiri masih berupaya menambah opsi di lini depan untuk pelatih Luciano Spalletti, meski sudah mendatangkan dua pemain ofensif baru pada bursa transfer musim panas ini. Menurut laporan Sky Sport Italia yang dikutip Gianluca Di Marzio, negosiasi antara Juventus, Manchester United, dan agen Zirkzee, Kia Joorabchian, masih berlangsung. Dalam pembicaraan tersebut, MU disebut mulai terbuka terhadap skema peminjaman selama satu musim.
Jika kesepakatan tercapai, Zirkzee berpeluang menghabiskan musim 2026-2027 di Serie A. Juventus menjadi salah satu tujuan yang disukai sang pemain setelah dia memberikan persetujuan terhadap kemungkinan pindah ke Turin.
Namun, situasi transfer Zirkzee belum sepenuhnya jelas. Laporan berbeda datang dari Matteo Moretto yang menyebut Manchester United masih berharap menjual sang pemain secara permanen. Moretto juga melaporkan opsi lain masih terbuka, yakni peminjaman dengan kewajiban pembelian. Dengan demikian, MU belum sepenuhnya menentukan skema terbaik untuk melepas Zirkzee pada musim panas ini.
Zirkzee Terdesak di Manchester United
Zirkzee bergabung dengan Manchester United dari Bologna pada musim panas 2024. Saat itu, Setan Merah membayar biaya transfer sebesar 42,5 juta Euro atau sekitar Rp878,26 miliar.
Namun, dua musim di Old Trafford tidak berjalan sesuai harapan. Zirkzee kesulitan mendapatkan posisi utama dalam persaingan lini depan Manchester United. Dalam dua musim pertamanya di Inggris, pemain asal Belanda tersebut mencatatkan sembilan gol dari 75 penampilan di semua kompetisi. Catatan tersebut membuat masa depannya di Old Trafford semakin dipertanyakan.
Persaingan di lini serang Manchester United juga semakin ketat. Zirkzee harus bersaing dengan Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo untuk mendapatkan tempat di lini depan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Juventus untuk mendapatkan Zirkzee. Pemain berusia 25 tahun itu dapat menjadi tambahan opsi bagi Spalletti apabila transfer benar-benar terwujud.
Juventus sebelumnya sudah memperkuat lini serang dengan mempermanenkan Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain. Mereka juga mendatangkan Kerim Alajbegovic dari Bayer Leverkusen. Kedua rekrutan tersebut membuat Juventus memiliki tambahan pilihan di sektor ofensif. Namun, klub tetap mencari pemain lain untuk memperdalam skuad menjelang musim baru.
Ricky Massara menjadi salah satu tokoh penting dalam negosiasi transfer Zirkzee. Dia sebelumnya juga pernah mempertimbangkan perekrutan sang striker ketika masih bekerja untuk Roma.
Bagi Manchester United, kepindahan Zirkzee dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan di lini depan. Jika menggunakan skema pinjaman, MU tetap memiliki kendali terhadap masa depan pemain tersebut. Sebaliknya, jika United memilih penjualan permanen atau peminjaman dengan kewajiban pembelian, klub bisa mendapatkan kepastian lebih besar mengenai masa depan Zirkzee.
Juventus kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk mendapatkan sang striker. Persetujuan pribadi Zirkzee terhadap kemungkinan bergabung dengan klub Italia tersebut juga menjadi modal penting dalam proses negosiasi. Dengan dua opsi transfer yang masih dibicarakan, masa depan Zirkzee akan segera ditentukan. Manchester United harus memilih antara mempertahankan sang pemain melalui skema pinjaman atau melepasnya secara permanen setelah dua musim yang belum sesuai ekspektasi.
Artikel Terkait
Babak Pertama Imbang, Chelsea dan Juventus Masih Sama Kuat
Chelsea dan Juventus Saling Uji di Laga Pramusim Hong Kong
Chelsea dan Juventus Siap Beradu di Laga Pramusim Hong Kong
Masa Depan Marcus Rashford di Manchester United Makin Tak Pasti