Pemain Necaxa asal Argentina, Julián Carranza, menjadi sorotan setelah diusir wasit dalam laga melawan Toluca pada pekan ketiga Apertura 2026. Penyebabnya bukan pelanggaran keras, melainkan gestur menutup mulut saat berbicara dengan lawan, sebuah tindakan yang kini dilarang tegas di Liga MX.
Insiden terjadi ketika Carranza terlibat adu mulut dengan bek Toluca, Federico Pereira. Wasit Jesús López Valle, yang memimpin pertandingan, langsung mengeluarkan kartu merah setelah melihat Carranza menutup mulutnya. Aturan ini, yang dikenal sebagai Ley Prestianni, diadopsi untuk mencegah komunikasi yang tidak terpantau di lapangan, terutama yang berpotensi mengandung ujaran kebencian atau penghinaan.
Dengan kartu merah ini, Carranza menjadi pemain kedua di Liga MX yang terkena aturan tersebut. Sebelumnya, Rodrigo Aguirre dari Tigres juga dihukum serupa pada pertandingan sebelumnya. Wasit López Valle menjelaskan bahwa tindakan Carranza melanggar aturan yang diterapkan berdasarkan kasus Gianluca Prestianni di Liga Champions, di mana pemain tersebut menutup mulut saat melakukan penghinaan rasial kepada Vinicius Junior.
Aturan ini bertujuan meningkatkan transparansi komunikasi antarpemain dan mengurangi kemungkinan penyalahgunaan bahasa yang tidak pantas. Larangan serupa juga telah diterapkan di Piala Dunia, dengan beberapa kasus seperti Miguel Almirón dan Piero Hincapié yang diusir karena pelanggaran yang sama.
Artikel Terkait
Tijuana Rebut Puncak Klasemen Liga MX Usai Cruz Azul Tumbang
Pumas UNAM Hancurkan FC Juarez 5-1, Juninho Cetak Hat-trick
FC Juarez vs Pumas UNAM: Duel Krusial di Pekan Ketiga Liga MX
Kiper Chivas Gagal Tangkap Bola, Puebla Curi Kemenangan di Stadion Cuauhtemoc