Nesta: Kembali ke Formello Selalu Membuat Saya Terharu

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Nesta: Kembali ke Formello Selalu Membuat Saya Terharu

Pelatih Avellino, Alessandro Nesta, mengaku selalu merasa terharu setiap kali kembali ke Training Center Formello, markas latihan Lazio. Perasaan itu muncul lagi usai timnya menjalani laga uji coba melawan Lazio yang berakhir dengan skor 6-3 pada 1 Agustus 2026.

Bagi Nesta, Formello bukan sekadar tempat latihan. Di sanalah ia tumbuh menjadi pemain, meraih kemenangan, dan menempa karier sebelum akhirnya pindah ke AC Milan serta memperkuat tim nasional Italia. "Tidak, tidak. Saat saya datang ke sini saya selalu merasa terharu," ujarnya. "Ini tempat yang spesial bagi saya: saya tumbuh di sini, menjadi pria, menjadi pesepakbola, dan meraih kemenangan. Jadi tempat ini akan selalu spesial."

Ia juga menyoroti perubahan fasilitas di pusat latihan tersebut. Menurutnya, kini tersedia lebih banyak lapangan berkualitas yang sebelumnya tidak ada. "Ya, sangat baik, lebih baik sekali," kata Nesta. "Sekarang ada banyak lapangan bagus yang sebelumnya tidak ada. Jadi itu sangat positif."

Secara teknis, Nesta mengapresiasi penampilan anak asuhnya meski harus menelan kekalahan. Ia menilai laga ini menjadi ujian berharga bagi timnya yang berasal dari Serie B saat berhadapan dengan lawan dari Serie A. "Saya menyukai pertandingan ini. Ini ujian penting bagi kami: kami dari Seri B dan menghadapi tim Seri A," jelasnya. "Namun, dalam beberapa kesempatan kami mampu menyulitkan Lazio."

Cuaca panas ekstrem di Roma turut memengaruhi jalannya pertandingan. Meski demikian, Nesta tetap puas dengan performa timnya. "Saya bilang kami sudah tampil baik dan saya sangat puas," tambahnya.

Mengenai Lazio, Nesta menilai klub tersebut masih perlu melakukan perbaikan, termasuk di bursa transfer pemain. "Menurut saya masih ada yang harus diperbaiki, termasuk di pasar transfer," ujarnya. "Tapi ini tim yang bagus. Kita harus menempatkan standar yang tepat tanpa terlalu tinggi."

Ia juga berharap ketenangan kembali menyelimuti kota Roma agar Lazio bisa bangkit ke level yang diinginkan. "Kuncinya adalah saat semua menyatu dan kedamaian kembali ke kota. Itu akan menjadi langkah penting bagi tim untuk kembali ke level tertentu. Saya berharap itu dengan sepenuh hati," kata Nesta.

Di akhir perbincangan, Nesta berbagi momen hangat dengan Rino Gattuso, pelatih Lazio yang juga mantan rekan setimnya di timnas Italia saat Piala Dunia 2006. "Rino adalah teman baik, tapi dia berbahaya: setiap kali bertemu, semua orang menyapanya dengan tos, tapi dia kadang datang dengan agresif," gurau Nesta. "Kami telah mengalami banyak hal penting bersama. Saya menganggap dia sangat siap, teman hebat, dan sosok yang tidak pernah menyerah. Saya bicara ini bukan asal bicara, saya lihat langsung di lapangan," ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags