AS Roma terus berupaya mengamankan tanda tangan bek kanan Feyenoord, Givairo Read, dengan mengajukan tawaran balasan dalam proses negosiasi yang berlangsung sengit. Klub asal Italia tersebut sebelumnya melayangkan penawaran hingga maksimal 25 juta euro untuk memboyong pemain berumur 20 tahun itu.
Fabrizio Romano melaporkan bahwa Feyenoord tidak menolak tawaran dari AS Roma, namun mengajukan proposal balasan terkait struktur pembayaran, bonus, dan termin pemenuhan transfer. Feyenoord menolak skema nilai tetap 25 juta euro tetapi meyakini kesepakatan tetap bisa dicapai jika syarat pembayaran dipenuhi.
Sementara itu, Nottingham Forest yang sempat siap melayangkan tawaran 25 juta euro mulai mengalihkan fokus ke bek kanan Union Saint-Gilloise, Anan Khalaili, dengan tawaran 17,5 juta euro plus bonus. Situasi ini memicu ketidakpastian terkait kelanjutan minat Forest terhadap Read, di tengah tingginya patokan harga minimal 30 juta euro yang ditetapkan Direktur Teknik Feyenoord, Dévy Rigaux.
Givairo Read mengaku tetap tenang menghadapi situasi ketidakpastian transfer tersebut di tengah masa persiapan pramusim Feyenoord.
"Tentu saja saya cukup tegang," aku Read, bek kanan Feyenoord.
Ia mengungkapkan bahwa sang agen sengaja membatasi informasi transfer agar dirinya bisa berfokus mengembalikan kebugaran fisik.
"Tapi saya tidak bisa melihat masa depan. Saya sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan, menurut saya saya juga tidak tahu semua yang sedang terjadi saat ini dan itu memang disengaja," lanjut Read.
Pemain muda tersebut menegaskan siap mengambil kesempatan jika peluang kepindahan itu memang tepat bagi kariernya.
"Agen saya menyembunyikan banyak hal dari saya, supaya saya bisa tetap fokus pada sepakbola dan sepenuhnya memusatkan perhatian untuk menjadi sangat bugar dan menemukan performa terbaik menjelang musim baru," kata Read.
Ia menambahkan tidak berambisi untuk memaksakan kepindahan dari De Kuip jika momentumnya belum pas.
"Ini tidak bisa dijelaskan, ini soal perasaan. Saya merasakannya. Bukan berarti saya berpikir: saya harus pergi sekarang, karena saya sudah tidak bisa belajar lagi di sini. Sama sekali tidak. Saya masih harus belajar sangat banyak dan saya baru berusia 20 tahun. Tapi yang saya katakan adalah, jika peluang transfer itu datang, saya memang ingin memikirkannya. Anda tidak pernah tahu berapa banyak kesempatan yang Anda dapatkan dalam hidup," jelas Read.
Ia menyatakan tetap berkomitmen penuh memburu gelar juara bersama Feyenoord apabila proses transfer musim panas ini tidak terealisasi.
"Misalnya itu tidak berujung pada kepindahan, maka saya tetap di sini dan hanya ingin bermain untuk gelar juara. Setelah itu langkah berikutnya adalah tim nasional Belanda. Semoga," tutur Read.
Ia juga menyambut positif kehadiran Sipke Hulshoff di jajaran kepelatihan Feyenoord yang dinilainya sangat membantu perkembangan pemain muda.
"Hubungan saya dengan Sipke masih persis sama seperti dulu. Dia banyak membantu saya sebagai pemain muda di FC Volendam dan Feyenoord. Karena itu menyenangkan dia sekarang kembali lagi," ujar Read.
Sebelum masuk radar AS Roma dan Nottingham Forest, Read sejatinya hampir berlabuh ke Bayern München pada musim lalu sebelum kepindahannya kandas akibat masalah fisik.
Mantan Direktur Teknik Feyenoord, Dennis te Kloese, membantah spekulasi yang menyebutkan adanya klausul pelepasan senilai 25 juta euro dalam kontrak sang pemain.
"Pada masa saya di Feyenoord, saya tidak membuat kesepakatan harga dengan siapa pun. Lagi pula, di Feyenoord sama sekali tidak ada klausul dalam kontrak," tegas Te Kloese.
Ia membeberkan bahwa proses kepindahan sang bek ke Bayern München sebelumnya telah direncanakan secara matang sebelum cedera membatalkannya.
"Tahun lalu, sebelum jeda musim dingin, saya aktif mengupayakan transfer Read ke Bayern Munchen. Setelah itu, ada lebih banyak klub yang ikut datang. Semuanya berada kurang lebih di kisaran harga 25 juta euro itu, bahkan sedikit lebih tinggi," papar Te Kloese.
Skema transfer tersebut sedianya membiarkan Read bertahan di Rotterdam selama setengah musim sebelum resmi pindah ke Jerman.
"Musim dingin lalu, rencananya adalah menyelesaikan transfer, membiarkan Givairo bermain setengah musim lagi di Feyenoord, lalu membuatnya pindah pada musim panas. Tetapi yang kemudian terjadi adalah Givairo mengalami cedera dua kali. Itu kemudian menggagalkan semuanya," beber Te Kloese.
Ia mengonfirmasi bahwa cedera beruntun membuat klub-klub peminat memilih menunda perekrutan untuk memantau pemulihan kondisi sang pemain.
"Saya rasa setahun lalu cukup realistis jika dia pergi ke klub besar seperti Bayern Munchen atau klub top di Inggris," kata Te Kloese.
Ia menambahkan bahwa klub peminat ingin memastikan kesiapan fisik sang pemain sebelum membuat keputusan akhir.
"Tetapi klub-klub itu kemudian mengambil sikap menunggu karena dia mengalami cedera dan mereka ingin melihat apakah dia bisa kembali bugar, kembali ke level tertinggi, dan memainkan banyak pertandingan secara beruntun," pungkas Te Kloese.
Eks direktur yang kini berkarier di CF Monterrey Meksiko itu juga menilai langkah Nottingham Forest merupakan upaya mendahului klub-klub raksasa Eropa.
"Saya pikir Nottingham Forest sekarang ingin bergerak lebih cepat di pasar dan membajak Read di depan mata klub besar," kata Te Kloese.
Dalam kesempatan terpisah melalui laporan Absolut Fussball, Te Kloese kembali menegaskan hambatan utama batalnya transfer ke Bundesliga Jerman tersebut.
"Kemudian Givairo mengalami dua cedera. Itu membuat kami tidak bisa melanjutkan kesepakatan," ungkap Te Kloese.
Ia meyakini kepindahan sang pemain bertahan muda ke Jerman seharusnya sudah tuntas tanpa kendala medis tersebut.
"Jika tidak ada cedera, saya yakin akan ada kesepakatan dengan Bayern," ujar Te Kloese.
Artikel Terkait
AS Roma Buka Pembicaraan dengan Mohamed Salah, Bisa Hadapi Liverpool di Liga Champions
Juventus Bajak Zeki Celik dari Pelukan AS Roma dalam 12 Jam
AS Roma Catat Penjualan 26 Ribu Tiket Musiman, Diiringi Protes Karyawan
Juventus Resmi Rekrut Zeki Celik dengan Status Bebas Transfer