Tekanan Bobotoh dan Kesiapan Mental Ramon Tanque di Persib Bandung

- Jumat, 31 Juli 2026 | 20:45 WIB
Tekanan Bobotoh dan Kesiapan Mental Ramon Tanque di Persib Bandung

Striker Persib Bandung, Ramon de Andrade Souza atau yang akrab disapa Ramon Tanque, tengah menghadapi sorotan tajam dari Bobotoh. Performanya yang dinilai belum memuaskan di Piala Presiden 2026 memicu gelombang kritik, bahkan hingga membuatnya menonaktifkan akun Instagram. Dedengkot Bobotoh, Eko Maung, menilai persoalan ini bukan sekadar kualitas bermain, melainkan juga kesiapan mental menghadapi tekanan besar.

Persib Bandung sendiri baru saja memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 setelah menang tipis 1-0 atas DPMM FC di Stadion Si Jalak Harupat. Gol kemenangan dicetak Balsa Sekulic lewat titik penalti pada menit ke-74. Namun, di balik keberhasilan tim, performa Ramon menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung.

Eko Maung mengungkapkan bahwa kritik terhadap Ramon tidak hanya datang melalui komentar di media sosial, tetapi juga membanjiri pesan langsung. Akibatnya, striker asal Brasil itu memilih untuk menonaktifkan akun Instagramnya. "Coba buka akun IG-nya Ramon Tanque, masih hilang enggak? Kayaknya masih sih," ujarnya pada 29 Juli 2026.

Menurut Eko, langkah tersebut menunjukkan adanya persoalan mental yang perlu diatasi. "Sejak Ramon kemarin performanya kurang oke ya, dibully sama banyak Bobotoh. Masuk komentar, masuk DM. Dia tiba-tiba menonaktifkan akun Instagramnya. Ini menurut saya tentang mental," tambahnya.

Ekspektasi Tinggi Bobotoh

Eko menegaskan bahwa ekspektasi Bobotoh terhadap pemain Persib sangat tinggi, terlebih setelah klub berhasil meraih tiga gelar juara beruntun. "Ekspektasi Bobotoh kepada para pemain itu besar banget di setiap musim. Walaupun baru juara tiga kali berturut-turut, ekspektasinya tetap tinggi," jelasnya.

Ia pun mencontohkan pengalaman mantan gelandang Persib, Kim Jeffrey Kurniawan, yang pernah menjadi sasaran kritik serupa. Namun, Kim berhasil membalikkan keadaan dengan kerja keras dan akhirnya mendapat pujian. "Kalau bicara tentang mental dan pressure dari Bobotoh, contoh paling bagus itu Kim Jeffrey Kurniawan. Dulu Kim juga sempat ditekan Bobotoh, tetapi dia memilih bekerja keras dan membuktikan kualitasnya. Akhirnya justru mendapat banyak pujian," ujar Eko.

Eko berharap Ramon dapat meniru ketangguhan Kim Jeffrey dalam menghadapi kritik. Menurutnya, jawaban terbaik atas tekanan adalah penampilan di lapangan, bukan menghindar dari sorotan.

Konsekuensi Bermain untuk Persib

Lebih jauh, Eko menyoroti bahwa para pemain Persib era Perserikatan pun pernah menghadapi tekanan serupa dari Bobotoh. "Mantan-mantan pemain Persib yang era Perserikatan, mereka itu sama tekanan Bobotoh itu iya betul stres, tapi harus dihadapi," katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap pemain yang memilih membela Persib harus siap menerima konsekuensi penuh, termasuk tekanan dan sakit hati, bukan hanya menikmati fasilitas dan popularitas. "Jadi kalau anda memilih atau bermain di Persib ya, itu ambil sepaket dong. Jangan cuma pingin fasilitas, gaji gede, popularitas ambil juga konsekuensinya, apa itu? Tekanan dan sakit hatinya, itu sepaket," tutup Eko Maung.

Di tengah kritik yang mengarah padanya, isu perpindahan Ramon Tanque ke Persita Tangerang sempat mencuat pada bursa transfer. Namun, hingga saat ini, sorotan utama tetap tertuju pada bagaimana ia menghadapi tekanan dan membuktikan kualitasnya di lapangan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags