Dunia sepak bola kembali berduka. Franco Baresi, kapten legendaris AC Milan, meninggal dunia pada Jumat, 31 Juli 2026, di usia 66 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen klub, yang menyebut Baresi telah lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Sebelumnya, pada Agustus 2025, Baresi menjalani operasi mini-invasif untuk mengobati nodul di paru-parunya. Meski sempat kembali tampil di San Siro dan ikut serta sebagai pembawa obor Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, rumor tentang kesehatannya sempat merebak. Pada 29 Juli 2026, kabar duka sempat beredar, namun pihak klub membantahnya demi menjaga privasi keluarga.
Sepanjang kariernya bersama AC Milan sejak 1978, Baresi mempersembahkan enam gelar Scudetto dan tiga trofi Liga Champions. Pengabdiannya yang luar biasa membuat klub secara resmi memensiunkan nomor punggung 6 sebagai penghormatan tertinggi.
Baresi meninggalkan istri tercinta, Maura Lari, serta dua putra, Edoardo dan Gian Andrea. Kisah cinta mereka bermula di sebuah restoran di Montevarchi, Tuscan, saat Baresi sedang menjalani pemusatan latihan. Paolo Mariconti, massagist AC Milan, menjadi saksi awal pertemuan itu. "Nona, tolong layani dia terlebih dahulu, karena dia adalah kapten," ucap Mariconti kepada Maura.
Momen sederhana itu menjadi awal hubungan yang berlanjut ke jenjang pernikahan. Pasangan ini dikaruniai putra pertama, Edoardo, yang lahir di Kota Meksiko pada 1991, serta mengadopsi Gian Andrea dari Rusia pada 1997.
Pihak AC Milan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian legenda besarnya. "Sejarah Milan menangis atas kepergian Franco Baresi," tulis klub dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat pagi.
Artikel Terkait
Franco Baresi Meninggal Dunia, Legenda AC Milan dan Timnas Italia Tutup Usia di 66 Tahun
Franco Baresi Akui Penasaran dengan Karier Kepelatihan
Kenangan Franco Baresi: Dari Pujian Maradona hingga Kasih Sayang Berlusconi
Franco Baresi: Dari Desa Travagliato Menuju Legenda AC Milan