Pelatih Shin Tae-yong memuji mentalitas pantang menyerah Persija Jakarta setelah timnya bangkit dari ketertinggalan dua gol dan menahan imbang Port FC 2-2 pada laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7/2026). Hasil ini menjaga peluang Macan Kemayoran menembus semifinal.
Persija berada dalam posisi sulit setelah Peeradol Chamratsamee membuka keunggulan Port FC pada menit ke-19. Issam Al Subhi kemudian menggandakan skor pada menit ke-40, membuat tim asuhan Shin Tae-yong terancam menelan kekalahan kedua secara beruntun.
Macan Kemayoran menolak menyerah. Arlyansyah Abdulmanan memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum setelah memanfaatkan umpan Stjepan Loncar. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan. Persija memasuki babak kedua dengan kepercayaan diri lebih tinggi dan mulai memperbaiki organisasi permainan.
Mental Pemain Jadi Kunci
Loncar menyempurnakan kebangkitan Persija pada menit ke-52. Dia menyambar sodoran Witan Sulaeman melalui tendangan mendatar yang gagal dihentikan kiper Port FC, Michael Falkesgaard. Persija terus memburu gol ketiga setelah kedudukan kembali seimbang. Gustavo Almeida hampir membawa tim Ibu Kota berbalik unggul, tetapi sundulannya masih mampu ditepis Falkesgaard.
Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan berakhir. Meski belum memberikan kemenangan pertama, hasil tersebut membuat Shin Tae-yong puas melihat daya juang para pemainnya. "Para pemain sudah berjuang dengan sangat baik dalam pertandingan ini. Mereka telah bermain dengan baik hari ini," ujar Shin dikutip dari laman resmi klub. "Saya ingin memberikan apresiasi dan tepuk tangan setinggi-tingginya kepada seluruh pemain," tambahnya.
Shin menilai mentalitas pemain menjadi faktor utama di balik keberhasilan Persija mengejar defisit dua gol. Macan Kemayoran tetap bertarung dan tidak kehilangan keyakinan meski pertandingan sempat berada dalam kendali Port FC. "Pertama-tama, kebobolan dua gol terlebih dahulu lalu bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 itu sangat membesarkan hati. Para pemain tidak menyerah dan bertarung dengan baik," kata pelatih asal Korea Selatan itu.
Perubahan Posisi Saat Jeda
Selain mental pemain, Shin melakukan pembenahan posisi saat jeda. Perubahan tersebut membuat permainan Persija lebih terorganisasi dan mampu menekan Port FC pada babak kedua. "Kemudian setelah babak pertama selesai, di babak kedua kami memperbaiki posisi dengan lebih baik. Itulah yang membuat kami bisa meraih hasil imbang," tutupnya.
Tambahan satu angka menempatkan Persija di posisi ketiga Grup B dengan koleksi satu poin dari dua pertandingan. Port FC berada di atasnya dengan empat poin, sedangkan Bajol Ijo sudah mengumpulkan enam angka. Peluang Persija menuju semifinal belum tertutup. Macan Kemayoran wajib mengalahkan PSMS Medan pada pertandingan terakhir, Sabtu (1/8/2026), sambil menunggu hasil duel Port FC melawan Bajol Ijo.
Kebangkitan dari ketertinggalan 0-2 memberi suntikan moral penting bagi Persija. Namun, mental pantang menyerah saja belum cukup karena kemenangan pada laga pamungkas menjadi harga mati untuk menjaga asa melaju.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Tahan Port FC 2-2
Persebaya Pastikan Tiket Semifinal Piala Presiden Usai Kalahkan PSMS Medan
Persebaya Bekuk PSMS Medan 1-0, Pastikan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
Gol Yuran Fernandes Bawa Persebaya ke Semifinal Piala Presiden 2026