Bursa transfer Indonesia Super League 2026/2027 masih menyisakan satu teka-teki besar. Di tengah hampir rampungnya aktivitas belanja pemain sejumlah klub elite, masa depan Yakob Sayuri dan Yance Sayuri justru belum menemui kejelasan.
Dua pemain Timnas Indonesia itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Malut United berakhir. Kondisi tersebut langsung memicu persaingan sejumlah klub yang ingin mendapatkan tanda tangan kakak beradik asal Papua tersebut.
Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, hingga mantan klub mereka, PSM Makassar, disebut terus memantau perkembangan situasi. Namun, dari sejumlah peminat yang muncul, Garudayaksa FC dikabarkan menjadi klub yang bergerak paling agresif untuk memboyong Sayuri bersaudara.
Status tanpa klub membuat Yakob dan Yance menjadi dua komoditas paling menarik di bursa transfer musim ini. Selain tidak memerlukan biaya transfer, keduanya telah memiliki rekam jejak yang terbukti di kompetisi domestik maupun bersama Timnas Indonesia.
Terutama Yakob Sayuri. Pemain berusia 28 tahun itu tampil sebagai salah satu pemain lokal terbaik di Super League musim lalu. Bersama Malut United, ia menjadi motor serangan sekaligus sosok yang paling konsisten sepanjang kompetisi. Dalam satu musim, Yakob berhasil mencetak delapan gol dan enam assist, sebuah catatan yang menjadikannya pemain lokal paling produktif di Indonesia Super League 2025/2026.
"Masih jadi teka-teki ke mana Yakob Sayuri berlabuh musim depan," tulis akun Suratkabar.
"Yakob Sayuri musim lalu tampil apik bersama Malut United dengan mencetak delapan gol dan enam assist," lanjut unggahan tersebut.
Produktivitas tersebut menjadi alasan mengapa banyak klub mulai memasukkan nama Yakob ke dalam daftar prioritas mereka. Kecepatan, kemampuan menusuk dari sisi sayap, serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi membuat Yakob dinilai mampu meningkatkan kualitas lini serang klub mana pun yang merekrutnya.
Tak hanya tampil impresif musim lalu, performa Yakob juga konsisten selama dua musim membela Malut United. Dalam kurun waktu tersebut, mantan pemain PSM Makassar itu mencatatkan 55 penampilan dengan torehan 18 gol dan 12 assist.
"Yakob Sayuri sudah membela Malut United selama dua musim, tampil dalam 55 pertandingan dengan sumbangan 18 gol dan 12 assist," tulis akun tersebut.
Catatan itu memperlihatkan bahwa Yakob bukan sekadar pemain yang sedang berada dalam performa terbaik, tetapi juga pemain yang mampu menjaga konsistensinya dalam jangka panjang.
Sementara itu, Yance Sayuri juga tetap menjadi aset berharga di bursa transfer. Meski kontribusi statistiknya tidak seproduktif sang kakak, Yance dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain sebagai bek sayap maupun winger. Kecepatan, daya jelajah tinggi, dan kemampuan membantu fase menyerang membuatnya menjadi pemain yang cocok dengan kebutuhan sepak bola modern.
Situasi semakin menarik karena kontrak kedua pemain tersebut bersama Malut United telah resmi berakhir. Berdasarkan data Transfermarkt, Yakob dan Yance kini berstatus bebas transfer sehingga dapat bergabung dengan klub mana pun tanpa biaya transfer.
Di sisi lain, perubahan identitas Malut United menjelang bergulirnya Indonesia Super League 2026/2027 juga ikut memunculkan ketidakpastian mengenai kelanjutan proyek klub tersebut. Kondisi itu membuat masa depan banyak pemain Malut United, termasuk Sayuri bersaudara, masih menjadi tanda tanya.
Di tengah situasi tersebut, sejumlah klub mulai bergerak. PSM Makassar disebut menjadi salah satu tim yang terus memantau peluang memulangkan dua mantan pemain andalannya. Kehadiran Yakob dan Yance dinilai dapat memperkuat kualitas skuad asuhan Darije Kalezic yang masih berburu tambahan pemain lokal berpengalaman.
Persebaya Surabaya juga dikabarkan tidak menutup kemungkinan ikut bersaing. Green Force membutuhkan tambahan kualitas di sektor sayap setelah melakukan perombakan besar dalam skuad musim ini. Persija Jakarta pun masuk dalam daftar klub yang disebut memantau perkembangan situasi. Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih baru membuat Macan Kemayoran membutuhkan pemain-pemain dengan mobilitas tinggi yang mampu menjalankan permainan cepat dan agresif.
Namun, dari seluruh klub yang dikaitkan, Garudayaksa FC disebut sebagai peminat paling serius. Klub promosi yang sedang membangun skuad bertabur bintang itu terus aktif di bursa transfer dan dikabarkan siap memberikan proyek jangka panjang kepada pemain-pemain Timnas Indonesia. Dengan ambisi besar untuk langsung bersaing di papan atas pada musim perdananya di Super League, Garudayaksa dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi Sayuri bersaudara.
Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai klub baru yang akan menjadi pelabuhan Yakob maupun Yance. Situasi tersebut membuat persaingan antarklub diperkirakan masih akan berlangsung hingga penutupan bursa transfer.
Yang pasti, kualitas yang dimiliki keduanya membuat mereka tidak akan kesulitan mendapatkan klub baru. Pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Indonesia, kontribusi bersama Timnas Indonesia, serta kemampuan bermain di berbagai posisi menjadikan Sayuri bersaudara sebagai dua nama paling bernilai di pasar transfer pemain lokal musim ini. Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Yakob dan Yance Sayuri akan mendapatkan klub baru, melainkan siapa yang mampu memenangkan persaingan untuk mengamankan tanda tangan dua pemain Timnas Indonesia tersebut sebelum Indonesia Super League 2026/2027 resmi dimulai.
Artikel Terkait
Garudayaksa FC Incar Bek Persija Paulo Ricardo dengan Skema Pinjaman
Garudayaksa FC Tunjuk Milos Joksic sebagai Pelatih Baru
Sayuri Bersaudara Masih Bebas Transfer, Tiga Klub Siap Bersaing
Yakob dan Yance Sayuri Jadi Buruan Klub Besar Usai Bebas Transfer