Formula 1 secara resmi mengumumkan bahwa GP Bahrain 2026 akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada 2-4 Oktober. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena balapan bertajuk Bahrain justru digelar di negara yang berjarak ribuan kilometer dari lokasi aslinya.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui situs resmi F1 pada Minggu, 26 Juli 2026. "F1 dan FIA mengonfirmasi Malaysia akan menjadi tuan rumah F1 GP Bahrain 2026 di Sirkuit Internasional Sepang, pada 2-4 Oktober," demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip Senin (27/7/2026).
Keputusan ini diambil setelah GP Bahrain yang sedianya digelar pada April 2026 di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir, terpaksa dibatalkan. Penyebabnya adalah situasi keamanan yang tidak stabil di kawasan Asia Barat akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Kondisi tersebut membuat balapan tidak mungkin digelar di lokasi asli, bahkan dengan jadwal baru sekalipun.
F1 memiliki kontrak khusus dengan penyelenggara GP Bahrain yang mewajibkan seri tersebut menjadi balapan pembuka musim, kecuali pada 2025 hingga 2027 karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Namun, karena situasi darurat, F1 mencari solusi alternatif.
Kebetulan, terdapat slot kosong antara GP Azerbaijan (25-27 September) dan GP Singapura (9-11 Oktober). Pengiriman logistik pun tidak akan terkendala karena lokasi Malaysia yang berdekatan dengan Azerbaijan dan Singapura. Selain itu, F1 harus menggelar minimal 21 seri balapan setiap musim sesuai kontrak dengan pemegang hak siar. Jika tidak, mereka wajib membayar penalti. Oleh karena itu, keputusan ini juga didasari pertimbangan finansial.
Meski menimbulkan kebingungan di kalangan penggemar bagaimana mungkin seri bertajuk Bahrain digelar di Malaysia F1 menegaskan bahwa langkah ini adalah solusi terbaik di tengah kondisi yang tidak menentu. Balapan di Sepang diharapkan tetap memberikan tontonan berkualitas dan memenuhi kewajiban kontrak.
Artikel Terkait
Profil Aisar Khaled: YouTuber Malaysia yang Minta Maaf Usai Viral Naikkan Kaki ke Kursi Penumpang
Ancam Deportasi Warga Israel, Malaysia Dipanggil AS
Anwar Ibrahim Tak Gentar Hadapi Tekanan AS soal Larangan Warga Israel Masuk Malaysia
AS Panggil Dubes Malaysia untuk Klarifikasi Sikap soal Israel