Penyerang Liverpool, Federico Chiesa, menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Anfield pada Sabtu (25/7/2026) waktu setempat, di tengah maraknya spekulasi mengenai masa depannya jelang musim kompetisi baru. Pemain berusia 28 tahun itu mencetak satu gol saat Liverpool menang 4-2 atas Sunderland dalam laga persahabatan pra-musim di Nashville, yang menjadi penampilan perdana klub di bawah pelatih baru Andoni Iraola.
Chiesa bergabung dari Juventus pada Agustus 2024 dengan nilai transfer 12,5 juta poundsterling dan menyisakan kontrak hingga 2028. Selama dua musim di bawah arahan Arne Slot, ia kesulitan menembus skuad utama dan hanya mencatatkan satu starter di Liga Premier. Meski sempat dikaitkan dengan kepindahan kembali ke Italia menuju Como atau Juventus, ia memilih fokus memberikan kemampuan terbaiknya untuk manajer anyar.
"Saat ini, saya bahagia di sini di Liverpool. Saya mencintai klub ini, saya mencintai para penggemar, saya mencintai semuanya. Saya melakukan yang terbaik agar memiliki kesempatan di sini - dan nanti kita lihat saja. Saat ini, satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah Liverpool," ujar Chiesa.
Pemain asal Italia itu menyadari bahwa perubahan di kursi kepelatihan memberi harapan baru baginya untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten. "Saya tidak tahu - sulit untuk mengatakannya. Ini selalu menjadi awal yang baru di awal tahun. Mungkin sudah terlalu banyak awal yang baru. Tapi saya tidak peduli, saya mencoba melakukan yang terbaik untuk manajer baru ini. Musim lalu di bawah Arne Slot, saya juga mencoba melakukan yang terbaik," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa siap mengambil peran lebih besar sejak musim lalu, namun keputusan akhir selalu berada di tangan manajer. "Tahun lalu, saya merasa siap untuk peran yang lebih besar, lalu itu tergantung pada pelatih apakah dia menginginkan saya bermain atau tidak. Tentu saja saya ingin bermain lebih banyak tetapi begitulah adanya. Pelatih memutuskan demikian, dia memiliki rencana permainannya, dia mengambil keputusannya, saya tidak punya hal untuk dikatakan tentang itu. Ini adalah sepak bola. Tahun ini, katakanlah ini adalah babak baru. Ada manajer baru dan saya harus fokus pada hal itu," tuturnya.
Proses adaptasi dengan skema taktik baru kini mulai dijalankan oleh Chiesa bersama rekan-rekan setimnya selama masa pra-musim. "Kita tidak baru saja mulai, kita sudah berlatih dua minggu sekarang dengan pelatih baru. Kita telah melihat apa yang dia inginkan. Dia menginginkan intensitas tinggi, satu lawan satu di seluruh lapangan, itulah yang ingin kami tunjukkan hari ini. Tentu saja ini berat, ini adalah pra-musim," jelasnya.
Komunikasi awal antara dirinya dan pelatih anyar asal Basque tersebut sejauh ini berfokus pada aspek teknis di lapangan. "Satu-satunya percakapan yang saya lakukan adalah tentang pressing dan taktik. Dia menempatkan saya sebagai striker hari ini. Saya telah bermain sepanjang karier saya sebagai pemain sayap tetapi saya senang bermain sebagai striker juga," kata Chiesa.
Selain performa individu, Chiesa menyoroti pencapaian klub musim lalu yang finis di posisi kelima namun diuntungkan kelulusan ke Liga Champions. "Liverpool layak mendapatkan lebih. Dua tahun lalu, kami adalah juara Liga Premier. Tahun lalu, kami hampir keluar dari spot Liga Champions. Kami berjuang untuk posisi kelima, yang cukup pada saat itu tetapi seperti yang kita tahu biasanya hanya empat yang masuk. Kami beruntung. Itu adalah musim yang tangguh tahun lalu dan musim ini kami harus melakukan lebih baik, di Liga Champions juga. Kami keluar dari PSG, kami ingin melangkah lebih jauh dalam kompetisi itu dan kemudian kami ingin menjadi lebih baik lagi di Liga Premier juga. Saya pikir kami memiliki skuad untuk melakukan itu," ujarnya.
Penampilan konsisten bersama klub juga diharapkan bisa membawanya kembali memperkuat tim nasional Italia setelah sempat absen akibat cedera. "Situasinya adalah saya berbicara dengan manajer beberapa kali, Gattuso, dan saya belum siap secara fisik saat itu. Saya membutuhkan lebih banyak menit bermain dan dia memahami situasinya. Ketika saya kembali di bulan Maret, sayangnya saya mengalami cedera. Tapi tentu saja saya menantikan untuk bermain bagi tim nasional. Saya telah menang bersama tim nasional dan selalu menyenangkan bermain untuk negara Anda," pungkas Chiesa.
Artikel Terkait
MU dan Liverpool Bersaing Rekrut Gelandang Roma Neil El Aynaoui
Liverpool Mulai Bergerak Bajak Transfer Maghnes Akliouche dari PSG
Iraola Akui Liverpool Butuh Tambahan Amunisi Baru
Liverpool Siap Bersaing dengan PSG untuk Ferran Torres