Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin, langsung bergerak membenahi tata kelola olahraga di daerah. Baru saja menuntaskan agenda pemerintahan sebagai Wakil Bupati Gowa, ia bertolak ke Kabupaten Jeneponto untuk melantik pengurus KONI Kabupaten Jeneponto masa bakti 2026–2030 di Aula Kalabbirang, Rumah Jabatan Bupati Jeneponto, Kamis, 23 Juli 2026.
Pelantikan yang dirangkaikan dengan Raker KONI Jeneponto itu menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang dilakukan Darmawangsyah di berbagai daerah. Sehari sebelumnya, ia juga melantik pengurus KONI Kabupaten Maros dengan misi yang sama: memperkuat pembinaan atlet menuju Porprov Sulsel hingga PON 2028.
Dalam arahannya, Darmawangsyah menegaskan kepengurusan baru harus bekerja profesional dan tidak sekadar menjalankan roda organisasi. Menurutnya, KONI harus menjadi motor penggerak pembinaan atlet agar mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah.
“Saya sangat bahagia bisa hadir dalam pelantikan ini dan bangga melihat begitu banyak masyarakat Jeneponto yang bersedia menjadi pengurus KONI. Ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga dan komitmen untuk memajukan prestasi daerah,” ujarnya.
Ia secara khusus memasang target tinggi bagi kontingen Jeneponto pada Porprov Sulsel mendatang yang akan digelar di Kabupaten Wajo dan Bone. Capaian peringkat ke-20 pada Porprov sebelumnya harus menjadi motivasi untuk bangkit.
“Target kita harus meningkat. Minimal berada di peringkat ke-11, bahkan kalau bisa masuk 10 besar. Saya juga memastikan atlet-atlet yang meraih prestasi akan mendapat kesempatan tampil pada Pra-PON hingga PON 2028. Tidak boleh ada atlet berbakat yang tidak mendapatkan kesempatan bertanding di level yang lebih tinggi,” tegasnya.
Darmawangsyah menilai keberhasilan pembinaan olahraga tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran daerah. Yang lebih menentukan adalah komitmen, konsistensi pembinaan, serta tata kelola organisasi yang baik.
“Jangan hanya melihat besar kecilnya anggaran. Yang paling penting adalah tekad, keseriusan, dan sistem pembinaan yang baik. Banyak daerah dengan anggaran terbatas mampu meraih prestasi karena memiliki komitmen yang kuat,” katanya.
Bupati Jeneponto Paris Yasir menegaskan Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun kolaborasi yang kuat bersama pemerintah daerah dan seluruh cabang olahraga sehingga prestasi atlet Jeneponto terus meningkat.
“Momentum pelantikan ini hendaknya menjadi awal memperkuat sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh cabang olahraga dalam melahirkan atlet yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Jeneponto di tingkat provinsi maupun nasional. Mari kita satukan tekad dan semangat mewujudkan prestasi olahraga demi Jeneponto Bahagia,” ujarnya.
Menurut Paris, rapat kerja yang digelar setelah pelantikan juga harus menghasilkan program yang terukur dan berkelanjutan, mulai dari pembinaan atlet usia dini hingga peningkatan kualitas organisasi.
Ketua KONI Jeneponto, Darwis Nojeng, menyatakan siap menjalankan amanah dengan membangun organisasi yang solid dan profesional. Ia memastikan fokus kepengurusannya adalah memperkuat pembinaan atlet dan mempererat sinergi dengan pemerintah daerah maupun seluruh cabang olahraga.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Fokus kami adalah memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga, serta membangun kolaborasi yang erat dengan pemerintah daerah agar prestasi olahraga Jeneponto terus meningkat,” katanya.
Sebelum menuju Jeneponto, Darmawangsyah lebih dulu menjalankan tugas pemerintahan di Kabupaten Gowa dengan menerima kunjungan Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BPPMPV) Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di kediamannya. Pertemuan tersebut membahas implementasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.