Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bebas Daftarkan Pemain Baru

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:30 WIB
Sanksi FIFA Resmi Dicabut, Persib Bebas Daftarkan Pemain Baru

Persib Bandung akhirnya bisa bernapas lega. Sanksi larangan mendaftarkan pemain baru (registration ban) dari FIFA resmi dicabut. Nama Maung Bandung sudah tidak lagi tercantum dalam daftar klub yang dikenai sanksi di laman resmi FIFA per Kamis (23/7/2026).

Pencabutan sanksi ini menjadi kabar baik bagi Persib menjelang kompetisi musim 2026/2027. Klub kini dapat mengesahkan seluruh rekrutan anyar untuk memperkuat skuad. Sebelumnya, status registration ban sempat menjadi sorotan karena Persib tetap aktif berburu pemain meski belum bisa mendaftarkan mereka secara resmi.

Sepanjang bursa transfer musim panas, Persib telah mendatangkan tujuh pemain baru: lima legiun asing dan dua pemain naturalisasi. Lima pemain asing itu adalah Balsa Sekulic, Gakuto Notsuda, Gabriel Mutombo, Luka Menalo, dan Mariano Peralta. Sementara dua pemain naturalisasi yang bergabung adalah Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Berakhirnya sanksi FIFA juga menandai tuntasnya persoalan administrasi dengan mantan pemain asing, Daisuke Sato. Berbeda dengan kebanyakan kasus registration ban yang dipicu tunggakan gaji, sanksi terhadap Persib berasal dari sengketa administrasi. Sato mengklaim klub masih memiliki kewajiban pembayaran kompensasi sekitar Rp2,7 miliar setelah kerja sama berakhir pada 2023.

Setelah nama Persib tidak lagi tercantum dalam daftar resmi FIFA, sengketa itu dinilai telah diselesaikan sehingga sanksi pun dicabut. Kini pelatih Igor Tolic memiliki keleluasaan menyusun kekuatan terbaik tim.

Musim 2026/2027 akan menjadi tantangan besar bagi Maung Bandung. Selain berkompetisi di Super League, Persib juga dijadwalkan tampil di League Cup, AFC Champions League Two, serta ASEAN Club Championship. Dengan berakhirnya sanksi FIFA, Persib kini bisa fokus sepenuhnya menatap empat ajang tersebut tanpa lagi dibayangi persoalan administrasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags