Pelatih Gil Vicente Beberkan Kunci Taktis Kalahkan FC Porto di Laga Uji Coba

- Kamis, 23 Juli 2026 | 05:30 WIB
Pelatih Gil Vicente Beberkan Kunci Taktis Kalahkan FC Porto di Laga Uji Coba

Pelatih Gil Vicente, Luís Pinto, mengungkapkan perubahan posisi pemain di lini tengah menjadi faktor krusial yang membawa timnya menumbangkan FC Porto dengan skor 1-0 dalam laga uji coba pramusim. Kemenangan ini diraih setelah Gil Vicente mampu keluar dari tekanan awal dan menunjukkan peningkatan performa secara bertahap sepanjang pertandingan.

"Saya puas dengan sensasi yang kami dapatkan dari pertandingan ini, dengan cara kami bertanding dan cara kami terus berkembang. Awal pertandingan memang sulit, seperti yang sudah diperkirakan, tetapi kami mampu terus tumbuh, mampu lebih menguasai bola di beberapa momen, dan itu memberi kami kenyamanan yang berbeda," kata Luís Pinto.

Performa lini pertahanan Gil Vicente sempat mendapat sorotan akibat intensitas umpan silang lawan di paruh pertama. Namun, organisasi pertahanan yang solid membuat strategi menggalang seluruh pemain di belakang bola berjalan efektif. "Untuk tahap musim ini, saya pikir kami punya hal-hal menarik. Tentu masih banyak yang harus diperbaiki, kami punya indikator bagus, tetapi kami tahu bisa lebih baik dalam tekanan. Kami kesulitan menghindari umpan silang di sisi kanan, terutama di babak pertama, ada beberapa umpan silang berbahaya. Namun, di babak kedua kami memperbaikinya. Saya puas karena sepak bola memaksa kami menghadapi berbagai momen momen di mana kami harus mampu bertahan dengan sebelas pemain di belakang bola, dan momen lainnya di mana kami harus bisa menguasai bola. Yang terpenting, saya senang dengan respons tim, bagaimana mereka bisa berkembang dan menjadi lebih mampu," ujarnya.

Perubahan struktur lini tengah menjadi kunci utama dalam membongkar pertahanan rapat FC Porto. Penyesuaian posisi Zé Carlos, Lausen, dan Prioste memberi ruang gerak lebih luas bagi tim. "Di babak pertama, blok pertahanan kami terlalu rapat saat bola sampai ke kiper, sehingga memudahkan lawan menekan. Namun, kami akhirnya mendapatkan ruang untuk memainkan Zé Carlos, Lausen, dan Prioste, yang mampu menghubungkan permainan berkali-kali. Saya rasa kemampuan mengubah satu posisi itu membuka blok pertahanan FC Porto," tutur Luís Pinto.

Fleksibilitas taktis juga terlihat dari peran Santi García di lini depan. Pemain tersebut dinilai mampu mengisi beberapa posisi krusial di area penyerangan. "Musim lalu Santi sempat bermain sebagai penyerang tengah, dia memulai musim sebagai gelandang nomor 8, ada beberapa pertandingan termasuk melawan FC Porto tahun lalu di mana dia bermain sebagai 8 di babak pertama, tetapi sebagian besar pertandingannya sebagai nomor 10, yang merupakan posisi paling alami baginya saat ini. Dia adalah pemain 8/10. Kami punya opsi bagus dengan karakteristik 8 di skuad, dan juga 10 dengan profil yang berbeda. Kami tahu bisa mengandalkannya untuk bermain sebagai 8, 10, atau bahkan di depan, karena dia pemain serbaguna," jelas Luís Pinto.

Mengenai pergantian pemain, keluarnya Carlos Eduardo telah direncanakan sebelumnya untuk memberikan menit bermain kepada pemain muda Kaba. Keputusan ini diambil guna menguji ketahanan fisik pemain menghadapi lini belakang FC Porto. "Dia keluar setelah dua menit karena kami juga ingin memasukkan Kaba. Kaba adalah pemain yang musim lalu tampil bagus di tim U-23, dia terus berkembang, dan kami ingin memberinya kesempatan bermain. Carlos sudah akan diganti. Benturan itu hanya mempercepat pergantiannya dua menit lebih awal. Dia masuk dengan baik, berdampak, seperti halnya Walace yang mampu secara fisik bertarung dengan bek FC Porto yang sangat kuat. Tapi itu sudah direncanakan," ungkapnya.

Sementara itu, absennya José Silva disebabkan oleh masalah kebugaran ringan. Tim pelatih memilih untuk memprioritaskan pemulihannya agar sang pemain siap kembali bertanding dalam beberapa hari mendatang. "Dalam waktu dekat, tiga atau empat hari lagi dia akan kembali berlatih. Pada fase ini, wajar ada cedera ringan seperti ini dan kami harus mempertimbangkannya. Tidak perlu mengambil risiko jika tidak diperlukan," kata Luís Pinto.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags