Dunia sepak bola Inggris berduka. Kevin Keegan, mantan pemain dan manajer tim nasional Inggris, meninggal dunia pada Senin, 20 Juli 2026, setelah berjuang melawan kanker. Ia menghembuskan napas terakhir di usia 75 tahun.
Keluarga mendiang mengonfirmasi bahwa Keegan didampingi oleh istri dan anak-anak perempuannya di saat-saat terakhirnya. Sejak Januari lalu, ia didiagnosis mengidap kanker stadium empat. "It is with immense sadness that we announce that Kevin Keegan has passed away at the age of 75," demikian pernyataan resmi keluarga.
"Kevin, a double Ballon d'Or winner, was a much-loved husband, father and grandfather. The family would like to thank Kevin's incredible medical team for all their support. This is a hugely difficult time and they are requesting space and privacy," lanjut pernyataan tersebut.
Keegan mencatatkan karier gemilang sebagai pemain. Ia tampil hampir 750 kali di level klub, memenangkan Divisi Utama tiga kali bersama Liverpool, serta meraih Ballon d'Or dua kali berturut-turut pada 1978 dan 1979. Sebagai penghormatan, tim nasional Inggris berencana menggelar seremoni sebelum pertandingan Nations League melawan Spanyol di Stadion Wembley pada September mendatang.
Karier Kepelatihan dan Warisan
Karier kepelatihan Keegan dimulai di Newcastle United pada Februari 1992. Ia menyelamatkan klub dari degradasi dan membawa mereka promosi ke Premier League, hingga finis di posisi kedua pada musim 1995/1996 di bawah bayang-bayang Manchester United. Newcastle United menyampaikan rasa duka mendalam, menyebut Keegan sebagai salah satu figur paling ikonis dan dicintai dalam sejarah klub.
"We are devastated to learn of the passing of Kevin Keegan, one of the most iconic, influential and deeply-loved figures in our club's history. Kevin was more than a legendary footballer and manager. He was the beating heart of Newcastle United for generations of supporters," tulis klub dalam pernyataan resmi.
"As a player, he brought world-class talent, ambition and belief to St. James' Park, helping to transform perceptions of what Newcastle United could be. As a manager, he ignited our city. Kevin gave supporters hope and pride, and led a team whose style, spirit and passion captured the imagination of football fans around the world."
Setelah Newcastle, Keegan menangani timnas Inggris dari Februari 1999 hingga Oktober 2000, serta membawa Manchester City promosi ke Premier League pada 2002. Ia kembali ke Newcastle untuk periode singkat pada 2008.
Mantan anak asuhnya di Newcastle, Alan Shearer, turut menyampaikan duka. "My Hero. My manager. My friend. Sleep easy Boss," tulis Shearer. Mantan bek Liverpool Jamie Carragher juga memberi penghormatan: "RIP Kevin Keegan. One of the greatest players this country has ever produced, trophies & goals galore, double Ballon D'or winner shows he was an absolute giant of the English game. One of the most important."
Artikel Terkait
Kevin Keegan: Dari Transfer 35 Ribu Pound ke Puncak Sepak Bola Eropa
Legenda Sepak Bola Inggris Kevin Keegan Tutup Usia di 75 Tahun
Liverpool Ikat Szoboszlai dengan Kontrak Baru hingga 2031
Finalis Piala Dunia 2026, Victor Munoz Bersiap Tampil di Tengah Pemulihan Cedera