Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan Timnas Spanyol setelah mencetak gol pada menit ke-106 yang memastikan La Furia Roja mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2026. Gol tersebut mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah.
Perjalanan Torres menuju momen bersejarah itu tidak mudah. Penyerang Barcelona tersebut sempat kehilangan tempat di tim utama setelah tampil kurang meyakinkan pada laga pembuka melawan Tanjung Verde yang berakhir imbang tanpa gol. Setelah itu, pelatih memilih mencadangkannya saat Spanyol menang telak 4-0 atas Arab Saudi.
Meski berstatus pemain pengganti, Torres hampir mencetak gol pada pertandingan melawan Arab Saudi. Namun, golnya di masa injury time dianulir karena offside. Kamera televisi sempat menangkap ekspresi frustrasinya saat berulang kali mengucapkan, "Jadilah gol, jadilah gol."
Bangkit dari Kritik hingga Jadi Penentu Gelar
Performa yang belum konsisten membuat Torres terus mendapat sorotan sepanjang turnamen. Dia kesulitan menemukan ritme permainan ketika rekan-rekannya tampil impresif. Meski dikenal sebagai penyerang yang tajam, Torres beberapa kali gagal memanfaatkan peluang emas sehingga kritik terus berdatangan.
Namun, Torres membuktikan mentalnya tidak runtuh. Selain mencetak gol penentu di final, dia juga berperan penting saat Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar. Umpannya kepada Mikel Merino menghasilkan gol kemenangan dramatis yang mengantarkan La Furia Roja ke perempat final.
Usai memastikan gelar juara, Torres mengaku trofi Piala Dunia jauh lebih penting dibanding gol yang dia cetak. "Gol itu bukan hal utama. Yang saya inginkan sekarang hanya memeluk trofi Piala Dunia ini sekuat mungkin. Ini adalah mimpi 47 juta rakyat Spanyol yang hari ini ikut bertarung bersama kami di lapangan. Kami pantas menjadi juara dan telah memberikan segalanya," katanya.
Torres juga mengenang masa-masa sulit yang dialaminya selama turnamen. "Pada akhirnya ini menjadi kelegaan yang luar biasa. Saya menerima banyak kritik sepanjang Piala Dunia, tetapi saya percaya takdir sudah ditentukan. Syukur kepada Tuhan, Dia selalu memberi saya kekuatan untuk terus maju. Pada akhirnya, Tuhan memberikan sesuatu kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya," ucapnya.
Gol ke gawang Timnas Argentina membuat Torres masuk dalam daftar eksklusif pemain Spanyol yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia. Sebelumnya, hanya Andres Iniesta yang berhasil melakukan pencapaian serupa saat final Piala Dunia 2010.
Torres menutup turnamen dengan pesan tentang pentingnya ketekunan. "Pada akhirnya ini adalah maraton, bukan lari cepat. Kita harus terus bekerja keras apa pun yang terjadi. Pada akhirnya, hasil akan datang kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya. Semua final selalu sulit, apalagi saat Lionel Messi berada di tim lawan. Kami tetap setia pada filosofi dan gaya bermain kami, dan hari ini kami kembali membuktikannya," tuturnya.
Artikel Terkait
Spanyol Berpeluang Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia 2030 Berkat Generasi Muda
Toni Kroos Sindir Argentina Usai Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Klaim Gavi Tuding Argentina Korupsi Usai Final Piala Dunia 2026 Ternyata Hoaks
Dari Desa Kecil ke Panggung Dunia: Kisah Pau Cubarsi, Bek Muda Spanyol yang Bersinar di Piala Dunia 2026