Solusi Administratif Diusulkan, Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berpeluang Kembali Bermain

- Jumat, 03 April 2026 | 07:20 WIB
Solusi Administratif Diusulkan, Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berpeluang Kembali Bermain

AMSTERDAM – Kabar baik akhirnya muncul dari kisruh paspor yang sempat mengguncang Liga Belanda. Bagi pemain Timnas Indonesia yang terdampak, terang sudah di ujung terowongan. Peluang untuk kembali berlaga di lapangan hijau terbuka lebar, mungkin hanya dalam hitungan minggu.

Semua ini berawal dari protes keras NAC Breda ke KNVB, federasi sepak bola Belanda. Mereka geram usai dibantai Go Ahead Eagles dengan skor telak 0-6. Sumber kemarahan mereka adalah Dean James, pemain yang dianggap tak sah tampil karena status kewarganegaraannya yang abu-abu.

Inti masalahnya ada di kontrak Dean James untuk musim 2025-2026. Dia diduga menggunakan status pemain Uni Eropa, padahal secara resmi dia juga tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia. Kontradiksi inilah yang memicu skandal besar, atau yang kini akrab disebut "passportgate".

Investigasi pun digelar. Hasilnya cukup mencengangkan: ada 25 pemain yang terlibat masalah serupa. Yang menarik perhatian kita, empat di antaranya adalah wajah-wajah yang akrab di timnas Indonesia: Dean James sendiri, Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II Tilburg), dan Tim Geypens dari FC Emmen.

Akibatnya, federasi klub profesional (FBO) langsung memberi saran keras: jangan mainkan dulu pemain-pemain itu. Banyak klub yang patuh. Jadilah para pemain ini tersingkir, terpaksa menonton dari pinggir lapangan, jauh dari latihan dan pertandingan resmi. Situasi yang tentu sangat membuat frustrasi.

Namun begitu, suasana muram itu kini mulai tersibak. Menurut jurnalis ESPN Cristian Willaert, ada harapan kuat bahwa solusi akan segera datang. Bahkan, kemungkinan besar para pemain ini bisa kembali bermain tanpa harus terkena aturan ketat untuk pemain non-Uni Eropa.

Harapan itu muncul setelah adanya komunikasi intens antara ECV (badan penyelenggara Eredivisie) dengan pemerintah Belanda.

“Intinya, sedang disiapkan solusi agar status mereka tetap sah di mata hukum, tanpa harus memotong karier internasionalnya,” ungkap Willaert, merujuk pada laporan ESPN NL.

Salah satu opsi yang digodok adalah memberikan izin tinggal tetap bagi pemain yang memang besar dan dibesarkan di Belanda. Dengan cara ini, mereka tak butuh izin kerja khusus lagi, tapi tetap bebas membela negara seperti Indonesia di level internasional.

Willaert juga menyoroti hal lain yang cukup mengganggu. Dia menduga ada pihak yang memberikan arahan yang keliru kepada para pemain muda ini soal masa depan karier internasional mereka.

“Sepertinya ada yang mendesak mereka untuk buru-buru mengurus paspor Belanda, dengan iming-iming kemudahan mobilitas di Eropa untuk tahun-tahun ke depan,” katanya.

Di sisi lain, dia yakin sistem hukum Belanda punya pertimbangan keadilan. Penerapan aturan yang terlalu kaku justru bisa merugikan pemain secara besar-besaran. Bayangkan saja, karier mereka bisa terempas hanya karena masalah administratif, dan akhirnya cuma mendapat penghasilan minim di level kompetisi yang jauh lebih rendah.

Willaert tak sungkan mengkritik langkah FBO. Menurutnya, federasi itu kurang mendukung dari awal. Alih-alih langsung membatasi aktivitas pemain, seharusnya mereka memperkuat legitimasi status para pemain sambil berkoordinasi dengan KNVB dan ECV untuk mencari jalan keluar.

Memang keputusan finalnya belum keluar. Tapi arah angin sudah jelas berubah. Jika solusi ini benar-benar disahkan, maka mimpi buruk administratif ini akan berakhir. Keempat pemain Timnas Indonesia itu punya peluang besar untuk kembali. Karier mereka di Liga Belanda bisa kembali berjalan mulus, tanpa bayang-bayang paspor lagi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar