Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Jumat dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar aktif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
Getaran gempa dirasakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor, seperti Pamijahan, Leuwiliang, Ciomas, Cigombong, dan Cijeruk. Tidak hanya itu, guncangan juga terasa hingga Cianjur dan Sukabumi.
BMKG mencatat gempa utama terjadi pada pukul 03.42 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada pada koordinat 6,75 derajat lintang selatan dan 106,72 derajat bujur timur. Getaran dirasakan dengan skala intensitas II MMI.
Hingga pukul 04.18 WIB, BMKG mendeteksi tiga kali gempa susulan. Meski demikian, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa ini. "Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," tulis BMKG.
Artikel Terkait
3.759 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Hampir Separuhnya di Ketapang
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Ingatkan Potensi Udara Panas dan Angin Kencang di Sulawesi Selatan
BMKG: Musim Hujan Baru Tiba Pertengahan Oktober, Empat Provinsi Waspada Karhutla