Setelah 51 tahun mengabdi sebagai tukang bangunan, Sonijan (68) atau akrab disapa Mbah Jan akhirnya merasakan kebahagiaan memiliki rumah baru yang kokoh. Pria asal Jawa yang merantau ke Lampung ini tak pernah menyangka mimpinya bisa terwujud di usia senja.
Rumah Mbah Jan ditransformasi total menjadi hunian permanen yang aman dan nyaman melalui program Bangun Rumah Tukangku dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Semen Tiga Roda). Kampanye ini lahir untuk mendobrak ironi para tukang yang menghabiskan hidupnya membangun rumah impian untuk orang lain, tetapi huniannya sendiri justru kurang layak.
Di desanya, Mbah Jan dikenal sangat ikhlas membantu merenovasi rumah warga dengan upah seikhlasnya. Ia bahkan memilih menggunakan uang kiriman anaknya yang bekerja sebagai TKI untuk membangun rumah sang anak terlebih dahulu, sementara ia dan istri tetap bertahan di rumah yang banyak kerusakan.
Melihat ketulusan tersebut, seorang tetangga merekomendasikan Mbah Jan untuk mengikuti program ini. "Setiap bangun rumah orang, saya sholawatin. Alhamdulillah dikabulin," ujar Mbah Jan dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Kisah serupa dialami Herwanto, tukang bangunan asal Palembang. Ia direkomendasikan oleh Annisa (27) melalui konten yang ia buat. Annisa pun bersyukur impian Herwanto untuk memiliki rumah bisa terwujud. "Alhamdulillah, melalui konten yang saya buat, impian Pak Herwanto untuk memiliki rumah layak akhirnya bisa terwujud. Saya yakin, jika program Bangun Rumah Tukangku ini mencari sosok yang bekerja dengan ketulusan dan hati, maka beliau memang sudah pantas menjadi pemenang sejak awal," tutur Annisa.
Kampanye sosial ini turut menarik perhatian presenter ternama, Daniel Mananta. Sebagai figur publik di luar brand yang mengagumi gerakan ini, Daniel menyampaikan Semen Tiga Roda tidak hanya hadir dalam setiap bangunan, tapi hadir di setiap cerita yang terus berdiri kokoh untuk selamanya. "Momen ini jadi pengingat buat saya, dan mudah-mudahan buat kalian juga, supaya gak lupa sama orang-orang di sekitar kita, bahwa mereka juga layak punya tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman," katanya.
Sementara itu, Direktur Indocement Troy D. Soputro menegaskan gerakan ini lahir dari rasa hormat kepada para pekerja konstruksi Indonesia. "Ini adalah bentuk rasa terima kasih kami kepada para pahlawan konstruksi Indonesia, yaitu tukang bangunan. Kami ingin mewujudkan harapan mereka agar bisa merasakan kenyamanan tinggal di rumah milik sendiri, setelah bertahun-tahun membangun rumah untuk orang lain," ungkap Troy.
Berkat kolaborasi nyata bersama banyak pihak ini, para tukang bangunan seperti Mbah Sonijan dan Herwanto kini dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, tanpa perlu lagi khawatir akan atap yang bocor atau dinding yang lapuk dimakan usia.