BMKG: Potensi Hujan di Jakarta Masih Ada Meski Musim Kemarau

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB
BMKG: Potensi Hujan di Jakarta Masih Ada Meski Musim Kemarau

Hujan kembali mengguyur Jakarta setelah beberapa pekan terakhir dilanda musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan di ibu kota masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, meski cenderung menurun.

"Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan di wilayah Jakarta cenderung menurun dibandingkan kondisi hujan hari ini," kata Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).

Ida menjelaskan, faktor lokal seperti kelembapan yang cukup basah di lapisan 850-500 milibar (mb) dan atmosfer yang labil mendukung pertumbuhan awan hujan di Jabodetabek. Sementara itu, faktor skala global dan regional tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan awan konvektif.

"Dari faktor cuaca skala lokal, kondisi kelembapan relatif di lapisan 850-500 mb cukup basah, kondisi atmosfer yang labil dan potensi konvektif kuat mendukung pertumbuhan awan hujan di Jabodetabek," ujarnya.

BMKG juga menyebut adanya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang sedang berlangsung di Jawa Barat. OMC tersebut dilakukan sebagai antisipasi kekeringan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

"Terkait kegiatan OMC, saat ini terdapat OMC di Jawa Barat dengan tujuan untuk antisipasi kekeringan di wilayah DAS Citarum," ungkap Ida.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pada Selasa (4/8/2026) malam. Di kawasan Cawang, Jakarta Timur, hujan turun cukup deras sekitar pukul 19.00 WIB. Jalanan mendadak basah, dan air hujan dari atap Stasiun Cawang mengalir ke peron rel.

Hujan deras juga terjadi di Kebayoran, Jakarta Selatan. Kemacetan lalu lintas pun tak terhindarkan di jalanan sekitar Stasiun Kebayoran Baru, termasuk di Jalan Sultan Iskandar Muda dekat Gandaria City.

Tidak jauh dari ibu kota, hujan dengan intensitas serupa juga melanda Depok dan Bojonggede, Bogor.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags