Polisi Nduga Raih Hoegeng Awards 2026, Minta Kapolri Bangunkan Rumah Dinas

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Polisi Nduga Raih Hoegeng Awards 2026, Minta Kapolri Bangunkan Rumah Dinas

Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua, Iptu Motalip Litiloly, dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Di tengah penghargaan itu, ia menyampaikan permintaan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: membangun rumah dinas bagi personelnya yang selama ini tinggal berdesakan di barak.

Penghargaan diberikan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, Iptu Motalip menegaskan prinsip yang ia pegang selama bertugas di Kabupaten Nduga, yakni bekerja dengan hati dan mengedepankan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.

"Mohon izin jenderal, pesan kami mungkin selama termotivasi dengan penghargaan yang ada, prinsip kami di Kabupaten Nduga cuma satu, bekerja bersama hati. Jangan ada yang lakukan kekerasan terhadap masyarakat Nduga di sana, demikian jenderal," ujar Iptu Motalip.

Saat sesi tanya jawab, Kapolri menanyakan apakah ada permintaan pribadi. Iptu Motalip pun menyampaikan kondisi memprihatinkan di Polres Nduga: belum ada perumahan dinas, bahkan barak perwira dihuni tiga orang, sementara barak bintara disebutnya seperti di atas kapal. Ia memohon agar dibangunkan rumah dinas untuk personel.

"Jenderal mohon izin untuk permintaan yang pertama mohon izin, dilihat dari kondisi situasi personel Polres Nduga saat ini, kami di sana belum ada perumahan untuk asrama, bahkan barak perwira itu diduduki oleh 3 orang. Kemudian barak bintara seperti di atas kapal, mohon jenderal berkenan kalau bisa di Polres Nduga itu berdiri polres, kemudian rumah dinas untuk kami personel di sana," paparnya.

Menanggapi hal itu, Jenderal Sigit langsung memerintahkan jajarannya untuk menindaklanjuti. "Pak Wakapolri, Pak Astama Rena, Pak Aslog, setelah ini langsung dirapatkan, permintaan pasukan ini," ujarnya.

Iptu Motalip juga menyampaikan harapan agar anak perempuannya dapat mengikuti jejaknya menjadi anggota Polri. Awalnya, suaranya kurang jelas terdengar oleh Kapolri, sehingga Sigit memintanya mengulang. "Mohon izin jenderal, kebetulan anak saya sudah tamat SMA berkenan untuk bisa penerus untuk anggota Polri untuk Polwan. Terima kasih," ucapnya.

Proses Seleksi Hoegeng Awards

Hoegeng Awards merupakan program kolaborasi detikcom dengan Polri untuk memberikan penghargaan kepada polisi teladan. Terdapat lima kategori penghargaan, yaitu Polisi Berdedikasi, Polisi Inovatif, Polisi Berintegritas, Polisi Pelindung Perempuan dan Anak, serta Polisi Tapal Batas dan Pedalaman.

Proses seleksi diawali dengan penjaringan nama-nama usulan dari masyarakat sejak 27 Januari 2026. Hingga penutupan pada 2 April 2026, tercatat sembilan ribuan nama polisi teladan yang diusulkan. Tim panitia kemudian melakukan verifikasi dan seleksi awal, sebelum diserahkan kepada dewan pakar.

Dewan pakar Hoegeng Awards 2026 terdiri dari Mantan Plt Pimpinan KPK Dr. Mas Achmad Santosa, Anggota Kompolnas Gufron Mabruri, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, dan Ketua Komisi III DPR Dr. Habiburokhman. Mereka melakukan sejumlah rapat untuk menentukan nominasi di setiap kategori.

Setelah itu, digelar uji publik sejak 7 Mei hingga 22 Mei 2026 untuk menjaring masukan masyarakat mengenai para kandidat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags