Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Sangat Rawan, Perang Ukraina Bisa Lebih Lama dari Perang Dunia II

- Jumat, 31 Juli 2026 | 17:00 WIB
Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Sangat Rawan, Perang Ukraina Bisa Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat rawan. Ia menyebut konflik di berbagai negara yang masih berlangsung hingga kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas global. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan para pimpinan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/7/2026).

"Kita masih menghadapi yang saya waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya saudara datang ke saya pun saya sudah di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning, hati-hati situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan," ujar Prabowo dalam taklimatnya.

Prabowo mencontohkan perang di Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022. Menurutnya, durasi konflik tersebut kini telah melampaui Perang Dunia Pertama dan berpotensi lebih lama dari Perang Dunia Kedua yang berlangsung sekitar empat setengah hingga lima tahun.

"Di mana-mana terjadi perang dahsyat. Di benua Eropa perang besar. Perang besar ini di Ukraina ini sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama. Ah ini mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Perang Dunia Kedua mulai September 1939 habis itu 40, 41, 42, 43 habis itu pertengahan Mei 45, jadi 5 tahun atau 4, 4 tahun setengah. Perang Ukraina mulai tahun 22 ya, 22, 23, 24, 25 sudah masuk 26. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa konflik tersebut telah memakan jutaan korban. Dampaknya tidak hanya dirasakan negara yang berperang, tetapi juga merembet ke seluruh dunia, termasuk memicu gejolak harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM).

"Jutaan sudah korban, dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM dan sebagainya," tuturnya.

Situasi semakin rumit karena di saat perang Ukraina belum berakhir, konflik di Timur Tengah justru meluas. Prabowo menyoroti eskalasi di Gaza, Lebanon, hingga ketegangan yang melibatkan Iran di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Menurutnya, konflik tersebut masih berpotensi berlangsung lama.

"Belum selesai Perang Ukraina situasi di Gaza, di Lebanon, di Timur Tengah meletus lebih parah lagi. Di Teluk, di Selat Hormuz, Iran sampai sekarang belum selesai, dan kemungkinan akan juga cukup lama. Bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan baik di Ukraina maupun di Timur Tengah," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti situasi keamanan di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, ASEAN yang selama ini dikenal sebagai kawasan damai kini menghadapi tantangan akibat perang saudara di Myanmar serta meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Meski demikian, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung upaya perdamaian di berbagai belahan dunia.

"Kita terus berusaha untuk mendukung upaya-upaya perdamaian. Dan ketegangan-ketegangan di tempat lain," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags