Grebeg Saparan Jatinom: Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi Rakyat

- Jumat, 31 Juli 2026 | 15:45 WIB
Grebeg Saparan Jatinom: Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Ribuan orang memadati Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7) untuk mengikuti puncak acara Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig. Tradisi tahunan yang telah berlangsung berabad-abad ini bukan sekadar ritual budaya, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Tradisi penyebaran apem, penganan berbahan tepung beras, ini berawal dari Kiai Ageng Gribig, ulama besar yang bernama asli Syekh Wasibagno Timur. Ia dikenal gigih menyiarkan Islam di tanah Jawa dengan cara yang praktis, dan masih memiliki garis keturunan dari Raja Majapahid, Brawijaya V.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tradisi ini. "Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat," ucapnya dalam keterangan resmi.

Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema 'Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti'. Tema ini mengingatkan bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, atau pencapaian manusia, semua harus dilandasi tawakal, rendah hati, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT. Tema tersebut dinilai selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan keikhlasan.

Rangkaian Acara dan Antusiasme Warga

Rangkaian kegiatan tahun ini dimulai pada 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai penanda masuknya tanggal 1 Safar. Setelah itu, digelar Semakan Al Qur'an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur'an pada 22 Juli 2026, dilanjutkan Maulid Al Barzanji dan haul, festival seni budaya selama sepekan di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, serta Kirab Gunungan Apem dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

Airlangga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga tradisi ini. "Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi," tegasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap tahun. Pada puncak acara kali ini, diperkirakan hingga 50 ribu orang hadir. Airlangga pun menyampaikan harapannya agar nilai-nilai yang diajarkan Kiai Ageng Gribig terus dilanjutkan. "Kita berharap bahwa apa yang diajarkan Kiai Ageng Gribig untuk terus dilanjutkan, terutama untuk kita mendorong nilai-nilai perekonomian masyarakat, nilai-nilai kebahagiaan dari masyarakat. Sekali dalam setahun kita guyub rukun untuk menikmati apem," jelasnya.

Dampak Ekonomi bagi Warga

Perhelatan ini memberikan berkah ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi. Pedagang kaki lima dan penyedia oleh-oleh mampu meraih tambahan penghasilan besar selama sepekan rangkaian acara. Para pembuat dan penjual kue apem pun kebanjiran pesanan, dengan total produksi mencapai 6 hingga 7 ton. Untuk memenuhi permintaan, mereka melibatkan warga lokal maupun dari daerah tetangga.

Selain itu, sektor jasa juga ikut terberdayakan. "Terdapat juga pemberdayaan sektor jasa yang diberikan oleh warga sekitar, seperti pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, dan warga yang membuka warung atau angkringan juga mampu mendulang keuntungan dari membludaknya pengunjung dan wisatawan yang datang selama rangkaian acara," pungkas Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Tim Ahli Menko Perekonomian Boo Hyung Lee, Tim Asistensi Menko Perekonomian Abdul Kodir Djaelani, Kepala Biro Umum dan SDM Kemenko Perekonomian Hari Nugroho, serta jajaran Forkompimda Kabupaten Klaten.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags