Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudy Saptari Sulesuryana, mengungkapkan bahwa kemacetan truk kontainer di jalur Cakung-Cilincing (Cacing) disebabkan oleh operasional depo di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok yang belum optimal. Untuk mengurai kepadatan, petugas menyiapkan buffer zone atau kawasan penyangga.
"Kami melihat itu terjadi di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dan berimbas ke wilayah Jakarta Utara," kata Rudy setelah mengikuti Rapat Koordinasi Depo di Polrestro Jakarta Utara, Rabu (22/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut digelar bersama Satlantas Polres Metro Jakarta Utara, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan pengusaha truk. Rudy mengatakan mitigasi dilakukan agar masalah serupa tidak meluas ke Jakarta Utara.
"Kami melakukan mitigasi apa yang terjadi, permasalahan di Cakung agar tidak terjadi di Jakut," ujarnya.
Upaya lain yang disiapkan adalah buffer zone untuk area parkir atau zona tunggu truk logistik sebelum diizinkan masuk ke kawasan pelabuhan. "Buffer zone ini bertujuan agar antrean kendaraan tidak terjadi di jalan raya atau jalan umum," tutur Rudy.
Selain itu, Dishub menyiapkan petugas, baik polisi lalu lintas maupun petugas Sudin Perhubungan, untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang seragam di seluruh depo di luar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Rudy memaparkan, jumlah depo truk logistik di Jakarta Utara mencapai lebih dari 31 unit yang tersebar di wilayah setempat. Truk kontainer tersebut melayani kegiatan ekspor dan impor, mengangkut kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok ke depo di luar kawasan pelabuhan, serta sebaliknya.
"Di proses ini yang kerap terjadi kemacetan, yakni antrean ke depo, dan itu yang coba kami mitigasi bersama," pungkas Rudy.
Artikel Terkait
Antrean Truk Kontainer Picu Kepadatan di Jalan Cakung-Cilincing
Bongkar-Muat Truk Picu Kemacetan Parah di Cakung-Cilincing