Pelaksana tugas Menteri Urusan Muslim Singapura, Muhammad Faishal Ibrahim, mengundurkan diri setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak memenuhi standar etik pejabat publik. Ia memilih mundur meskipun penyelidikan menyimpulkan tidak ada tindak pidana dalam kasus tersebut.
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengungkapkan bahwa sebagian besar interaksi keduanya terjadi melalui pesan daring dan beberapa pertemuan di sela-sela kegiatan publik. Masalah ini pertama kali diketahui sekitar sebulan lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari perempuan tersebut.
"Masalah ini sampai ke perhatian kami sekitar sebulan yang lalu ketika Kantor Perdana Menteri menerima email dari seorang perempuan warga masyarakat mengenai interaksinya dengan Faishal," kata Wong dalam pernyataan resmi.
Wong telah meminta agar masalah ini segera ditindaklanjuti. Faishal dan perempuan itu diwawancarai secara terpisah untuk memahami keterangan masing-masing. Kedua pihak kemudian saling melayangkan tuduhan pelecehan, yang dirujuk ke polisi untuk diselidiki.
"Setelah mempertimbangkan dengan saksama fakta dan keadaan, dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua belah pihak," ujar Wong. Tidak ada tindakan pidana yang diambil terhadap salah satu dari mereka.
"Namun ada pertanyaan terpisah mengenai apakah perilaku Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen," kata Wong. "Setelah merenungkan masalah tersebut, Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran diri."
Artikel Terkait
Final Piala Dunia 2026, Sekolah-sekolah di Singapura Tunda Jam Masuk hingga Dua Jam
WNA Singapura Bunuh Pacar di Denpasar, Sempat Ajak Kekasih Baru Menginap di Dekat Jasad
Lemhannas Buka Kursus Pemantapan Kepala Daerah, 25 Bupati dan Wali Kota Ikuti Pembekalan
Singapura Gelontorkan BLT Hingga Rp11,88 Juta per Orang untuk 1,5 Juta Warganya