Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, langsung turun ke lapangan meninjau wilayah Nokilalaki dan Palolo setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang daerah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi warga pascabencana tetap dalam keadaan aman dan terkendali.
“Saya sudah mendatangi Pusdalops BPBD Sigi, dilanjutkan mengecek kondisi masyarakat yang berada di RSUD Torabelo,” kata Rizal di sela-sela kunjungannya. Ia telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Dinas PUPR, untuk segera melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi di Kabupaten Sigi.
“Tentunya kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulteng dan berbagai pihak terkait, guna penanganan korban serta pendataan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu, demi keselamatan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya menegaskan.
Berdasarkan data sementara, sejumlah warga di Desa Kamaroa B, Kecamatan Nokilalaki, telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Palolo. “Data sementara ada enam korban reruntuhan luka-luka dan dua orang lainnya langsung dirujuk ke RSUD Torabelo. Untuk rumah rusak di Kabupaten Sigi sedang dilakukan pendataan oleh BPBD setempat,” sebut Rizal.
Di sisi lain, gempa bumi juga menyebabkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sigi tertimbun longsor. Akses jalan di Desa Tongoa, Palolo, dan Jalan Trans Napu di kawasan Dongi-dongi menjadi dua titik yang paling terdampak. “Imbauan kami agar masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Untuk warga yang mengalami luka-luka agar segera ke RSUD Torabelo sehingga mendapatkan perawatan intensif,” ungkap Rizal.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada pukul 10.27 WIB. Episentrum gempa terletak di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur, atau tepatnya 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Gempa berkategori dangkal dengan kedalaman pusat mencapai 10 kilometer. Meski demikian, hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Artikel Terkait
Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang Ditembak OTK, Polisi Temukan Dua Serpihan Kaca
KTT G7 di Evian Didominasi Perang Ukraina dan Konflik Iran, Von der Leyen Tegaskan Sanksi Tak Akan Dicabut Tanpa Perubahan Nyata
DPR Setujui Pagu Anggaran ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027, 82 Persen Dialokasikan ke Infrastruktur Energi dan Program Rakyat
BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa yang Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik, Soroti Koneksi Eks Ketua BEM UGM dengan Jenderal Purnawirawan