Michael Bambang Hartono, miliarder pendiri Grup Djarum dan salah satu orang terkaya di Indonesia, tutup usia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Kepergiannya meninggalkan jejak bisnis yang luar biasa, termasuk kepemilikan saham mayoritas di Bank Central Asia (BCA). Kini, asetnya telah dialihkan kepada empat anaknya, masing-masing menerima warisan senilai sedikitnya US$2,93 miliar atau setara Rp52,3 triliun hingga Rp55 triliun.
Pembagian warisan ini terungkap melalui dokumen pelaporan resmi pemerintah. Aset yang diwariskan bukan berupa uang tunai, melainkan pengalihan kepemilikan saham di perusahaan holding keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA). Sebanyak 49 persen saham milik mendiang di perusahaan tersebut dibagi rata kepada keempat anaknya.
Melalui kepemilikan di PT Dwimuria, keempat anak tersebut otomatis menguasai separuh saham BCA, bank swasta terbesar di Indonesia. Selain itu, mereka juga mewarisi kendali atas gurita bisnis keluarga lainnya, seperti industri rokok Djarum, pusat perbelanjaan, hingga perkebunan.
Kendali BCA Tetap di Tangan Robert Budi Hartono
Meski porsi saham Michael Bambang Hartono telah diturunkan kepada anak-anaknya, struktur pengendalian di BCA tidak berubah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) tunggal untuk Bank BCA kini dipegang oleh adiknya, Robert Budi Hartono, yang memiliki 51 persen saham di PT Dwimuria. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas manajemen dan tata kelola bank tersebut.
Artikel Terkait
BCA Naikkan Limit Transfer Harian myBCA hingga Rp500 Juta
Tambah Armada Truk, GTRA Raih Kredit Investasi Rp130,5 Miliar dari BCA
Suami Mpok Alpa Tegaskan Harta Warisan Hanya untuk Anak-anak
Robert Budi Hartono Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA, Kekayaannya Tembus Rp282 Triliun