Mie Kuah Djawa, Kuliner Legendaris Makassar yang Bertahan Sejak 1960

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Mie Kuah Djawa, Kuliner Legendaris Makassar yang Bertahan Sejak 1960

Di tengah menjamurnya tempat makan baru di Makassar, Mie Kuah Djawa di Jalan Tentara Pelajar tetap menjadi primadona bagi pencinta kuliner. Warung yang berdiri sejak 1960 ini masih ramai dikunjungi karena kuahnya yang kental, pilihan isian yang beragam, serta resep turun-temurun yang dijaga keluarganya.

Lokasinya berada di samping warung Pallu Kaloa, sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Soekarno-Hatta. Setiap hari, warung ini buka mulai pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita.

Pelanggan dapat memilih berbagai menu, seperti Mi Kuah Ayam, Mi Kuah Daging, Mi Kuah Spesial, Mi Kuah Jumbo, Mi Kuah campuran paru dan daging, campuran paru dan ayam, hingga Mi Kuah Komplit. Porsinya pun bisa disesuaikan, dari kecil hingga besar.

Untuk harga, Mi Kuah Ayam ukuran sedang dibanderol Rp35.000 per porsi, sedangkan Mi Kuah Komplit mencapai Rp50.000. Selain mi kuah, tersedia juga gado-gado, lontong campur, lontong bumbu, dan nasi campur.

Keunikan rasa Mie Kuah Djawa terletak pada kuahnya yang kental dan gurih, dipadukan dengan sawi, bawang goreng, dan potongan tomat. Sementara untuk Lontong Campur, isiannya meliputi lontong, daging, telur, serutan ubi goreng, paru goreng, dan sayur labu siam.

Warung ini kini dikelola Muhajirin bersama beberapa saudaranya. Mereka meneruskan resep keluarga dari sang ayah, almarhum Haji Ahmad Bakar, yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Haji Ahmad Bakar merantau ke Makassar pada 1960 dan mulai membuka warung ini.

"Ayah saya datang ke Makassar diajak kawannya berbisnis, setelah mulai merintis usaha Mie Djawa ini keluarga diboyong dari Jawa ke sini, saya dan beberapa saudara lahirnya di Makassar," ungkap Muhajirin, Kamis, 13 Agustus 2026.

Sebelum menempati lokasi di Jalan Tentara Pelajar atau Jalan Seram, warung ini lebih dulu buka di Jalan Banda, kawasan Pecinan Makassar. Jejak panjang itu menjadikan Mie Djawa sebagai salah satu mi kuah legendaris yang bertahan lintas generasi.

Warung ini juga kerap dikunjungi sejumlah tokoh Sulawesi Selatan, seperti Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, pengusaha Tauphan Ansar bersama keluarga, pengacara Prof Haris Arthur Haedar, serta mantan Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto. Selain itu, Mie Djawa beberapa kali menjadi tujuan vlogger kuliner dari Makassar maupun luar daerah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags