Topan Dolphin Terjang China, Beijing Siaga Banjir

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Topan Dolphin Terjang China, Beijing Siaga Banjir

Topan Dolphin menerjang China dengan hujan deras yang memicu banjir di sejumlah provinsi bagian tengah dan timur. Beijing, sebagai ibu kota, menetapkan peringatan hujan badai tingkat kedua tertinggi dan mengambil langkah darurat dengan menghentikan 250 rute bus serta menutup 150 tempat wisata.

Menurut laporan kantor berita Xinhua pada Rabu (12/8), sepuluh jalur kereta bawah tanah di Beijing juga beroperasi dengan kecepatan yang dikurangi. Hujan deras mengubah jalan raya di Beijing menjadi seperti sungai, dengan arus lalu lintas terhenti dan sejumlah kendaraan terendam sebagian, seperti terlihat dalam video yang beredar di platform media sosial Rednote.

Distrik Changping di bagian utara Beijing mencatat curah hujan per jam tertinggi pada Rabu. Otoritas setempat menyebut wilayah itu diguyur hujan 90,7 milimeter dalam satu jam setelah pukul 09.00. Topan Dolphin sendiri telah melemah setelah menempuh perjalanan lebih dari 6.000 kilometer dan mendarat pada Minggu di Provinsi Zhejiang, namun sisa-sisa badai masih membawa uap air tropis jauh ke daratan, meningkatkan ancaman banjir.

"Bagian yang paling merepotkan adalah dampaknya terhadap pekerjaan dan kehidupan. Sangat tidak nyaman untuk urusan makanan dan transportasi," kata Zhao Junxia, warga Luohe, sebuah kota di Provinsi Henan, China bagian tengah.

Di Yuhuan, kota pesisir di Provinsi Henan, puluhan mobil memadati sebuah jembatan untuk menghindari genangan banjir. Rekaman di media sosial yang telah diverifikasi Reuters menunjukkan kondisi tersebut. Media pemerintah melaporkan rekor curah hujan pecah di sejumlah wilayah Zhejiang serta provinsi Henan dan Hubei pekan ini.

Rekor curah hujan dalam satu hari pada Agustus juga pecah di Kota Wugang, yang menjadi lokasi salah satu perusahaan baja terbesar China. Kota itu menerima curah hujan 209,5 milimeter, sementara Xiangyang mencatat 169,1 milimeter.

Hujan Deras Masih Berlanjut

Warga di wilayah utara dan tengah China bersiap menghadapi hujan selama beberapa hari ke depan akibat sisa-sisa badai yang membawa pita hujan luas. Di Luohe, Zhao, yang membuat video pendek di Douyin, platform China yang setara dengan TikTok, mengatakan telah memindahkan mobilnya ke tempat yang lebih tinggi sebelum hujan datang. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kejadian serupa yang pernah dialaminya beberapa tahun lalu.

"Kami memarkir mobil 2 kilometer dari rumah sebelumnya karena genangan di sekitar apartemen kami bisa sangat parah," ujar perempuan berusia 32 tahun itu. Para ahli meteorologi China kini mulai menggunakan generasi baru model cuaca berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat sistem prakiraan tradisional dan meningkatkan ketahanan menghadapi cuaca ekstrem.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags