Polisi Belum Temukan Dalang di Balik Mutilasi di Depok

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:48 WIB
Polisi Belum Temukan Dalang di Balik Mutilasi di Depok

Penyidik Polda Metro Jaya belum menemukan indikasi adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus mutilasi yang dilakukan Saepullah (26) terhadap Kunaefi (51) di Depok. Pemeriksaan awal terhadap percakapan dan grup WhatsApp di ponsel tersangka belum mengarah pada sosok yang menyuruh atau mendalangi aksi pembunuhan tersebut.

Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah percakapan dan grup WhatsApp yang ada di ponsel Saepullah. "Sejauh ini dari grup-grup WhatsApp, komunitas gay dan percakapan antara teman-teman dan kerabat tersangka di dalam handphone-nya belum ada indikasi yang mengarah kepada ajakan untuk memutilasi korban dan belum tergambar ada sosok yang menyuruh atau mendalangi aksi pembunuhan tersebut," kata Dimitri, Rabu (12/8).

Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Ponsel Saepullah juga tengah diperiksa di laboratorium forensik. "Namun dari penyidik masih mendalami hal tersebut dan penyidik sedang melakukan pengecekan terhadap handphone milik tersangka ke laboratorium forensik," ujarnya.

Periksa Kerabat yang Terjangkit HIV

Polisi juga memeriksa sejumlah kerabat Saepullah yang diketahui juga terjangkit HIV. Para kerabat tersebut aktif mengikuti pengajian dan kajian yang menjadi perkumpulan orang dengan HIV.

"Kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama-sama mengidap HIV, dan di antara kerabat-kerabat Saefullah yang terjangkit dan sama-sama tertular HIV mereka saling aktif di acara pengajian dan kajian perkumpulan orang-orang yang terjangkit HIV, kerabat-kerabat terdekat tersangka saling men-support dan membantu tersangka untuk rutin menjalani rehabilitasi manual (penyembuhan rawat jalan) dan konsumsi obat secara mandiri," kata Dimitri.

Menurut dia, Saepullah juga rutin melakukan kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas, Depok. "Kemudian berdasarkan pengakuan tersangka, tersangka rutin kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas Depok," ujarnya.

Saepullah diketahui positif HIV sejak 2026. Dia sebelumnya baru mengetahui kondisi tersebut setelah mendonorkan darah dalam kegiatan donor darah di kawasan GDC Depok pada Februari 2026.

Dalam kasus ini, Saepullah ditangkap polisi pada Rabu (5/8), sehari setelah warga menemukan karung berisi jasad Kunaefi tanpa kaki di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, Depok. Polisi sebelumnya menyebut Saepullah mengenal Kunaefi melalui aplikasi kencan gay dan mengincar sepeda motor milik korban.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags