Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, pada Senin (10/8/2026) malam. Sedikitnya 37 rumah terdampak, sementara 245 warga dari 60 kepala keluarga tercatat terkena dampak berdasarkan asesmen awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Api mulai berkobar sekitar pukul 20.10 WITA dan dengan cepat menjalar ke bangunan-bangunan semi permanen yang mendominasi kawasan tersebut. Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan situasi, tetapi tidak sebelum menghanguskan sejumlah besar properti.
Data sementara BPBD Makassar menunjukkan, dari 37 rumah yang terdampak, 25 di antaranya mengalami rusak berat. Tujuh rumah rusak sedang, dan lima lainnya rusak ringan. Sebanyak 20 rumah berada di RT 03/RW 04, sementara 17 rumah lainnya di RT 04/RW 04.
Kebakaran ini juga berdampak pada kelompok rentan. Dari 245 jiwa yang terdampak, terdapat 63 anak, 30 balita, 11 lansia, dan satu ibu hamil. Dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, dan hingga asesmen awal dilakukan, tidak ada laporan korban meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menyatakan bahwa petugas langsung melakukan pendataan setelah kondisi di lokasi memungkinkan. "Setelah api berhasil dikendalikan, fokus kami adalah memastikan kondisi warga, melakukan asesmen kerusakan, dan mendata kebutuhan mendesak, terutama bagi anak-anak, balita, lansia, dan kelompok rentan," ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Petugas juga mulai mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, seperti terpal, baby kit, family kit, first aid kit, pakaian, sarung, dan selimut. BPBD Makassar memastikan penanganan tidak berhenti setelah api padam. Asesmen lanjutan akan dilakukan untuk menentukan kebutuhan bantuan logistik hingga langkah rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak.
"Api memang sudah padam, tetapi bagi warga terdampak, persoalan belum selesai. Pemerintah harus hadir pada fase pemulihan. Kami akan melihat apa yang paling mendesak dan apa yang dibutuhkan untuk mempercepat recovery warga," katanya.
Proses pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar dengan mengerahkan sekitar 50 unit armada. Selain petugas pemadam kebakaran dan BPBD, penanganan juga melibatkan TNI, Polri, Tagana, TBM, dan PMI Kota Makassar. Akses menuju lokasi kebakaran dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi masih membutuhkan identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.