Pemerintah Kerahkan Segala Upaya Padamkan Karhutla, Termasuk di Bromo

- Senin, 10 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Pemerintah Kerahkan Segala Upaya Padamkan Karhutla, Termasuk di Bromo

Pemerintah bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah, termasuk kawasan Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran.

“Dari masa El Nino ini masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia, beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Pras di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8).

Pemerintah, lanjut Pras, terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pangdam, Kapolda, serta Menteri Kehutanan dan jajaran kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Upaya pemadaman dilakukan sekeras mungkin agar api segera padam dan tidak meluas.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian dengan Pangdam dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut beserta dengan seluruh jajaran kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” jelasnya.

Di tengah kondisi cuaca yang sangat kering, Pras mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran. Ia menekankan pentingnya peran serta semua pihak dalam mencegah karhutla.

“Sambil juga tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api,” kata Pras.

“Sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri ya menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” sambungnya.

Selain upaya pemadaman, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Pras mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merancang OMC.

“Jadi termasuk dengan BMKG, kami tadi pagi juga rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca (OMC),” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Pras, memberikan perhatian penuh terhadap penanganan karhutla. Pemerintah pun terus mengerahkan berbagai peralatan, termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat untuk mendukung pemadaman.

“Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah bapak Presiden tadi malam. Hari ini semua kami koordinasikan,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags