Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, terbakar hebat pada Jumat (7/8) malam. Api baru berhasil dipadamkan pada Sabtu (8/8) pagi setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama berjam-jam. Bagian atas gedung kini gosong, menyisakan rangka besi yang hangus.
Kebakaran ini menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai penyebab api. Polisi dan petugas terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.
Empat Sisi Gedung Terdampak
Gedung yang menjulang tinggi itu terlihat jelas dari empat sisi. Dari sisi depan yang menghadap SPBU, bagian atas gedung tampak gosong parah. Rangka besi dan jendela hancur akibat amukan api. Petugas sempat menggunakan bronto skylift untuk memadamkan api dari sisi ini.
Sisi kiri gedung juga mengalami kerusakan serupa. Jendela-jendela sudah tidak berbentuk, dan petugas kembali mengerahkan bronto skylift untuk menjangkau titik api. Sisi belakang tidak luput dari si jago merah; tembok-tembok hangus meninggalkan bekas hitam yang panjang.
Namun, di sisi keempat, api tidak sampai menjangkau. Tidak ada bekas hangus di bagian tersebut, berbeda dengan tiga sisi lainnya.
Penyelidikan Sumber Api
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, menyatakan pihaknya akan menelusuri sumber api. "Kami juga berkoordinasi dengan Bareskrim untuk dapat memastikan penyebab sumber api," ujarnya di lokasi saat kebakaran terjadi. Ia menambahkan, "Namun, ini nanti setelah dari Dinas Pemadam Kebakaran yang menyampaikan apakah petugas keamanan sudah diperbolehkan masuk ke dalam gedung, demikian."
Informasi awal yang diterima petugas menyebut titik api berasal dari lantai 11 yang sedang dilakukan renovasi. Perwira Piket Gulkarmat Sudin Jakarta Pusat Karnawan mengatakan, "Informasi awal memang yang kami terima itu titik api dari lantai 11. Untuk lebih pastinya mungkin nanti nunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor." Kepastian penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Korban Dievakuasi
Seorang pekerja yang terjebak di lantai 16 berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Syarifudin mengatakan, "Kita berhasil memang satu doang yang kita evakuasi secara manual dari lantai 16 ya ke bawah, jadi sudah selamat. Sementara masih perawatan di rumah sakit." Pekerja tersebut saat ini dirawat di Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat.
Syarifudin menceritakan proses evakuasi dilakukan secara manual setelah korban memberikan tanda menggunakan senter. "Yang jelas kita menerima berita kebakaran besar, terus alhamdulillah beliau ada senter yang bisa kasih tanda, 'Oh, bahwa beliau itu korban.' 'Oh ya, ada di lantai sekian,'" ceritanya.
Tim Kesehatan Diterjunkan
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya mengerahkan Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk menangani kebakaran. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan, "Tim Biddokkes diterjunkan untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kebutuhan penanganan dan identifikasi korban."
Berdasarkan data Biddokkes, satu korban hidup telah dirujuk ke RSUD Tarakan dan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Biddokkes juga berkoordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri dalam proses penanganan.
Artikel Terkait
Kebakaran Melanda Gedung Bapenda DKI, Data Perpajakan Dipastikan Aman
Polisi Olah TKP Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Fokus di Tiga Lantai
Kebakaran Rumah di Jakarta Timur Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa
Polisi Masih Selidiki Sumber Api Kebakaran Gedung Bapenda DKI