Survei IPO: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Dedi Mulyadi Mengancam

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:12 WIB
Survei IPO: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Dedi Mulyadi Mengancam

Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika pemilihan presiden digelar saat ini. Prabowo memperoleh dukungan 23,4 persen, unggul tipis atas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meraih 21,7 persen. Selisih keduanya hanya 1,7 persen.

Di bawah keduanya, Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 11,5 persen. Disusul Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen. Tokoh lain seperti Sherly Tjoanda, Mahfud MD, Purbaya Yudhi Sadewa, Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan masing-masing memperoleh dukungan di bawah 3 persen.

Survei ini juga mencatat 17 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawabannya. Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan berpotensi mengubah peta persaingan.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, hasil ini diperoleh melalui simulasi top of mind, di mana responden tidak diberikan daftar nama dan bebas menyebutkan tokoh yang pertama kali terlintas dalam pikirannya.

“Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi.

Menurut Dedi, posisi Prabowo sebagai kepala negara masih memengaruhi tingkat keteringatan masyarakat. Namun, kemunculan Dedi Mulyadi dengan selisih elektabilitas yang tipis menunjukkan adanya figur lain yang mulai mendapat perhatian publik. Ia menambahkan, 17 persen responden yang belum menentukan pilihan menandakan persaingan menuju Pilpres masih dinamis. Kelompok tersebut berpotensi mengubah konfigurasi elektoral apabila terjadi perubahan persepsi publik terhadap para tokoh.

“Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik. Jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih baik bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya,” ujar Dedi.

Metode Survei

Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Responden merupakan masyarakat berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan komposisi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Pemilihan sampel dilakukan secara bertingkat mulai dari kelurahan atau desa, kemudian lima RT dipilih secara acak pada setiap kelurahan atau desa terpilih. Dari setiap RT, dipilih dua keluarga atau rumah tangga, lalu satu responden dari setiap keluarga dipilih menggunakan lembar acak (random sheet).

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags