Nama Norman Joesoef Santer Dikaitkan dengan Kursi Wamenhan

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 12:06 WIB
Nama Norman Joesoef Santer Dikaitkan dengan Kursi Wamenhan

Wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) kembali mencuat di tengah dinamika politik internal Kabinet Merah Putih. Nama pengusaha muda Norman Joesoef disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menempati kursi tersebut.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai kemunculan nama dari kalangan profesional murni untuk posisi strategis itu merupakan hal yang wajar dan patut dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto. "Saya menilai ini positif karena memang Indonesia lagi fokus terhadap industri dalam negeri, termasuk penguatan bidang pertahanan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (7/8).

Menurut Arifki, pelibatan figur non-partai di sektor pertahanan bisa menjadi langkah taktis untuk mengakselerasi program-program pemerintah. "Jika profesional lebih banyak masuk, itu lebih baik," imbuhnya.

Norman Joesoef bukan nama asing di sektor keamanan dan militer. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO Republikorp, perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan serta pengembangan teknologi taktis dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Rekam jejaknya yang lekat dengan industri pertahanan dinilai sejalan dengan visi modernisasi kemandirian militer yang kerap digaungkan Prabowo. Sinyal kedekatan Norman dengan lingkaran Istana dalam isu strategis ini juga terlihat dari kehadirannya di sejumlah agenda kenegaraan. Ia kerap masuk dalam rombongan kepresidenan saat Prabowo melakukan lawatan ke luar negeri, khususnya yang berkaitan dengan diplomasi pertahanan dan penjajakan kerja sama alutsista.

Meski namanya mulai santer dikaitkan dengan posisi Wamenhan, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai kepastian wacana penambahan atau pergantian posisi tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags