Mossad Pecat Dua Pejabat Senior Gagal Rancang Penggulingan Pemerintahan Iran

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Mossad Pecat Dua Pejabat Senior Gagal Rancang Penggulingan Pemerintahan Iran

Dua pejabat paling senior di badan intelijen Israel, Mossad, dicopot dari jabatannya menyusul kegagalan sebuah rencana ambisius untuk menggulingkan kepemimpinan Islam di Iran. Pemecatan itu dilakukan oleh Direktur Mossad, Roman Gofman, dan dilaporkan oleh Channel 12, sebuah stasiun televisi berbahasa Ibrani.

Kedua pejabat yang diberhentikan adalah kepala Direktorat Intelijen Mossad yang baru menjabat pada Desember lalu, serta kepala Divisi Iran di badan tersebut. Nama keduanya tidak diungkapkan dalam laporan itu.

Menurut sumber keamanan yang dikutip Channel 12, kedua pejabat itulah yang merancang dan menyusun proposal rahasia yang kemudian dipresentasikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Rencana tersebut membayangkan pasukan darat Kurdi memasuki Iran dengan perlindungan udara yang kuat dari Israel dan Amerika, serta bantuan kelompok minoritas Iran untuk menggulingkan kepemimpinan ulama dan menempatkan tokoh-tokoh alternatif.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, sempat menjadi calon pengganti. Namun, elemen rencana itu kabarnya gagal setelah serangan Israel yang bertujuan membebaskannya dari tahanan rumah justru melukainya dan menimbulkan keraguan.

Gofman, yang mulai menjabat pada awal Juni 2026 setelah sebelumnya menjadi sekretaris militer Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, disebut meminta pertanggungjawaban kedua pejabat tersebut karena rencana itu tidak pernah dilaksanakan di lapangan sebagaimana mestinya.

Para pejabat menggambarkan pergantian posisi ini sebagai kesepakatan bersama akibat kurangnya kecocokan kerja dengan direktur baru sejak awal, serta menyebutnya sebagai bagian dari reorganisasi Mossad yang lebih luas. Kedua individu tersebut diperkirakan akan tetap berada di badan intelijen itu dalam kapasitas lain.

Laporan Channel 12 menekankan bahwa kedua pejabat tersebut telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi keamanan Israel. Namun, salah satu sumber yang mengkritik keputusan tersebut mencatat bahwa Gofman sendiri merupakan pendukung utama upaya yang disebut sebagai perubahan rezim terhadap Teheran.

Langkah ini diambil di tengah ketegangan regional yang terus berlanjut dan menyusul pergantian kepemimpinan sebelumnya di badan tersebut, termasuk kepergian wakil direktur yang telah lama menjabat. Saat pelantikan Gofman, Netanyahu mengatakan kepada direktur baru tersebut bahwa ia akan menghapus rezim Iran dari muka bumi. Gofman sendiri pernah berbicara mengenai pukulan telak yang dialami poros Syiah Iran dan kabarnya telah menjajaki pendekatan baru untuk melemahkan pemerintahan Teheran.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags