Sebuah paper ilmiah yang diajukan untuk mendaftarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penerima Nobel Perdamaian menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, dokumen tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto dan diduga mengandung jejak prompt AI yang belum dihapus.
Menanggapi polemik ini, Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa paper tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari pemerintah. "Kayaknya bukan dari pemerintah itu, saya rasa enggak ada dari pemerintah," ucap Hasan saat ditemui di Istana, Jakarta, pada Kamis (6/8).
Hasan mengaku belum mengetahui siapa pihak yang menyusun paper ilmiah tersebut. Menurutnya, hal ini perlu ditelusuri lebih lanjut. "Entah siapa itu kita harus cek," tandasnya.
Artikel Terkait
Denny Indrayana Kritik UU Kementerian Negara: Cek Kosong yang Membuka Peluang Korupsi
Mantan Ketua BEM UGM Sindir Prabowo: Dicintai Rakyat atau Dipuja Penjilat?
Dewan Pers Soroti Derasnya Informasi Tak Berkualitas di Ruang Publik
BCA Finance Masih Kaji Program Molinas, Portofolio Kredit EV Tembus 15 Persen