Fenomena El Nino yang sedang berlangsung telah memasuki kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. Kondisi ini diperkirakan akan berdampak pada puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus-September mendatang, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa El Nino saat ini berada pada level kuat dan berpotensi naik ke level sangat kuat. Meski demikian, musim kemarau 2026 diprediksi tidak akan sekering El Nino ekstrem yang pernah terjadi pada 1997 maupun 2015.
Kondisi kekeringan sudah mulai terlihat di sejumlah daerah. Salah satunya di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, di mana lahan sawah mengalami kekeringan pada Kamis (6/8/2026). Fenomena ini menjadi gambaran awal dampak yang lebih luas jika puncak kemarau tiba.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang biasanya meningkat seiring dengan memuncaknya kemarau. Masyarakat dan instansi terkait diharapkan mengambil langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul.
Artikel Terkait
3.759 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Hampir Separuhnya di Ketapang
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Ingatkan Potensi Udara Panas dan Angin Kencang di Sulawesi Selatan
BMKG: Musim Hujan Baru Tiba Pertengahan Oktober, Empat Provinsi Waspada Karhutla