Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi sejumlah sekolah di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung hasil revitalisasi yang telah berjalan di wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina tersebut.
Dalam kunjungannya, Mu’ti menyambangi satuan pendidikan dari jenjang TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMK di Kecamatan Miangas. Para siswa yang ditemui mengaku merasakan dampak positif dari perbaikan tersebut. Mereka menyebut kegiatan belajar mengajar kini terasa lebih nyaman.
Nadia Nurlete, siswa SD Negeri Miangas, mengungkapkan rasa bahagianya setelah sekolahnya mendapat perhatian pemerintah. “Senang, bahagia, terima kasih pada Bapak Presiden yang sudah merubah sekolah kami, kami sekarang sangat bahagia karena Bapak, sekali lagi terima kasih Bapak, dan kami bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya saat ditemui di lokasi tinjauan, Rabu (5/8).
Perasaan serupa disampaikan Fatir, siswa SMP Negeri 2 Nanusa. Menurutnya, perbaikan sekolah membuat dirinya dan teman-teman semakin bersemangat untuk belajar. “Saya sangat-sangat senang atas perbaikan sekolah dan saya dan teman-teman saya bersyukur kelas saya menjadi bagus, saya akan belajar dengan giat,” katanya. Fatir juga berharap ke depannya sekolahnya mendapat tambahan fasilitas pendukung, seperti buku dan peralatan olahraga yang masih kurang.
Sementara itu, siswi SMK Negeri 2 Talaud, Jesca Uwingler Nyimo, mengaku semakin termotivasi setelah sekolahnya mendapat perhatian. Ia bercita-cita menjadi polisi wanita dan bertekad belajar giat. “Tadi saya ditanya keinginan saya untuk ke depannya ingin menjadi apa, saya ingin menjadi Polwan. Dan pesan dari Pak Menteri adalah untuk lebih belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh agar keinginan bisa tercapai,” kata Jesca.
Dari sisi sekolah, Kepala SMP Negeri 2 Nanusa Yan R. Parenta menyampaikan rasa syukur atas program revitalisasi tersebut. Sekolahnya mendapatkan perbaikan pada empat bangunan, yakni ruang administrasi atau kantor guru, ruang keterampilan, laboratorium IPA, dan rumah dinas guru. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,49 miliar.
Camat Miangas Olita Papalapu turut mengapresiasi bantuan revitalisasi yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu proses pendidikan di Miangas. “Kami tentunya sangat berterima kasih atas bantuan revitalisasi yang sudah dilaksanakan di SD maupun di SMP bahkan di SMK,” ujarnya. Ia berharap fasilitas yang diberikan, termasuk laptop, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para guru untuk memajukan pendidikan di kecamatan tersebut.
Artikel Terkait
79 TK Negeri di Jakarta Siap Menjadi Pilihan Pendidikan Anak Usia Dini
Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Pembatasan Gawai bagi Anak di Bawah 16 Tahun
Mendikdasmen: Sistem Pendidikan Indonesia Tak Bisa Disamakan dengan Singapura
Mendikdasmen Sebut Tren Sekolah Swasta Jadi Penyebab Banyak SD dan SMP Negeri Sepi Murid