Pelaku Mutilasi di Depok Ungkap Alasan di Balik Aksi Sadisnya

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:42 WIB
Pelaku Mutilasi di Depok Ungkap Alasan di Balik Aksi Sadisnya

Saepullah (26), pria yang tega membunuh dan memutilasi Kunaefi (51), akhirnya buka suara. Dalam video penangkapan yang beredar, ia mengaku aksi sadis itu dipicu oleh cekcok dengan korban yang datang ke kontrakannya di kawasan Cipayung, Depok.

Saepul menuturkan, awalnya ia hanya mengajak korban untuk menemani mengobrol. Namun, situasi berubah drastis hingga berujung pada kekerasan. "Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh temen buat… buat ngobrol aja, karena emang temen kontrakan ku enggak ada juga, karena dia sudah terakhir ngontrak di situ enggak lanjut," katanya, Rabu (5/8).

Ia kemudian mengaku korban sempat melakukan tindakan yang membuatnya melawan. "Terus kan, tadinya cuma butuh temen, dia pegang-pegang saya Bang. Terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya. Ya sudah saya tak dorong kan. Saya tak dorong, saya mau teriak, terus saya didorong dari tangga sama dia. Kan rumahnya dua lantai," ujarnya.

Setelah itu, Saepul turun ke lantai bawah untuk mengambil pisau dari dapur sebelum menyerang korban. "Terus saya turun ke bawah kan, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau lah. Terus saya tusuk dulu sebelah sini," ucapnya. Saat polisi menanyakan apakah yang dimaksud adalah bagian perut, ia mengiyakan.

Pemeriksaan berlanjut. "Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi Bang," katanya. "Terus saya pegang saja kepalanya, tangan dia kan sudah enggak… enggak bisa, megang perut, terus saya pegang saja kepalanya langsung kayak…" Saat polisi memastikan, "Gorok? Gorok? Lehernya?", Saepul menjawab, "Iya."

Polisi juga menanyakan alasan pelaku memutilasi tubuh korban. Saepul mengaku hal itu dilakukan agar jasad lebih mudah dibawa keluar dari kontrakannya. "Karena susah bawanya, Bang. Di situ kan ramai orang dan perumahan juga," ujar dia.

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus penemuan mayat dalam karung di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Depok. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban diketahui dibunuh di sebuah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, pada 23 Juli 2026. Setelah menusuk dan menggorok korban, pelaku memutilasi jasad lalu membuang tubuh dan potongan kaki di lokasi berbeda sebelum akhirnya ditangkap di Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Selasa (5/8).

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags