Gelombang Tinggi Putus Jalur Pelayaran, Pengusaha Sewa Pesawat demi Selamatkan Ibu

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:18 WIB
Gelombang Tinggi Putus Jalur Pelayaran, Pengusaha Sewa Pesawat demi Selamatkan Ibu

Gelombang tinggi di Perairan Pulau Bawean, Gresik, tidak hanya memutus jalur pelayaran kapal, tetapi juga mengancam keselamatan nyawa warga. Di tengah cuaca ekstrem itu, seorang anak rela mengeluarkan biaya hingga Rp110 juta untuk menyelamatkan ibunya.

H. Ridwan (57), pengusaha asal Desa Sungaiteluk, Sangkapura, menyewa pesawat Susi Air untuk merujuk ibunya, Minasuha (79), ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Langkah ini diambil setelah Minasuha menjalani perawatan intensif di RSUD Umar Mas'ud Bawean selama lima hari. Namun, stok oksigen medis di rumah sakit tersebut semakin menipis akibat terhentinya pasokan logistik karena gelombang tinggi.

"Kalau tidak dirujuk, oksigen yang dipakai untuk ibu saya diperkirakan maksimal hanya bisa sampai hari Minggu (2/8)," kata Ridwan kepada wartawan, Rabu (5/8).

Ridwan sempat mencari informasi kapal yang berlayar menuju Gresik atau Lamongan, tetapi tidak menemukan jadwal dalam waktu dekat. Hingga akhirnya ia menemukan informasi persewaan pesawat untuk menerbangkan ibunya.

Akhirnya, Ridwan menyewa satu pesawat khusus Susi Air tanpa penumpang lain untuk menerbangkan ibunya dari Bandara Harun Thohir Bawean menuju Bandara Juanda Surabaya pada Sabtu (1/8). Setibanya di Surabaya, Minasuha dibawa menggunakan mobil ambulans menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Pilihan ini saya ambil karena informasi persediaan oksigen terbatas akibat kapal tak berlayar berturut-turut. Jika tidak segera dirujuk, risikonya terlalu besar," ucapnya.

Ridwan mengungkapkan, biaya yang harus ia tanggung untuk menerbangkan ibunya mencapai Rp110 juta. Biaya tersebut belum termasuk pemenuhan syarat dokumen medis dari maskapai serta biaya operasional pendukung lainnya.

"Sewa langsung ke Susi Air Rp110 juta. Tapi uang saja tidak cukup. Semua formulir dan persyaratan medis harus dipenuhi terlebih dahulu. Belum lagi biaya lainnya," kata Ridwan.

Setelah mendapat perawatan di RSUD Ibnu Sina, diketahui bahwa Minasuha mengalami infeksi paru-paru. "Alhamdulillah (sampai) di Rumah Sakit Ibnu Sina itu Senin (3/8). Diketahui ibu mengalami infeksi di bagian paru-paru," ucapnya.

Ridwan berharap kejadian yang dialami keluarganya menjadi pelajaran agar pemerintah dan pihak terkait menambah cadangan oksigen medis di Bawean sebagai langkah antisipasi saat cuaca ekstrem melumpuhkan jalur pelayaran. "Pelayanannya (RSUD Umar Mas'ud Bawean) sangat bagus, ramah, dan responsif. Hanya saja persediaan oksigen perlu ditambah untuk antisipasi. Cuaca di jalur Bawean sulit diprediksi sehingga stok cadangan sangat penting," katanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags