Pengamat: Pagar Tinggi di Mal Tanda Pengusaha Tak Percaya Polisi

- Senin, 03 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Pengamat: Pagar Tinggi di Mal Tanda Pengusaha Tak Percaya Polisi

Fenomena pembangunan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi dinilai sebagai cerminan menurunnya kepercayaan pelaku usaha terhadap kemampuan aparat keamanan. Pengamat politik Indra Jaya Piliang menyebut langkah tersebut merupakan bentuk adaptasi pengelola mal untuk melindungi aset mereka secara mandiri.

Melalui unggahan di akun media sosial X, Indra menggarisbawahi bahwa pagar-pagar itu bukan sekadar pembatas area, melainkan simbol kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Menurut dia, tren ini menunjukkan para pengelola tidak lagi menggantungkan perlindungan pada kepolisian, terutama dalam situasi darurat.

"Fenomena pagar tinggi untuk mal-mal di kawasan Jakarta-Tangerang-Bekasi adalah bukti betapa para pengelola mal-mal itu sudah tak lagi percaya kepada aparatur keamanan, jika keadaan darurat datang," tulis Indra, Minggu (2/8/2026).

Ia menegaskan, ancaman yang dimaksud bukan berasal dari aksi demonstrasi ataupun masyarakat miskin perkotaan. Indra justru menyebut adanya potensi gangguan dari kelompok perusuh yang digerakkan oleh pihak-pihak tertentu. "Bukan massa aksi. Tapi para perusuh yang digerakkan kekuatan hitam," tulisnya.

Indra juga menolak anggapan bahwa ancaman tersebut berasal dari warga kurang mampu di perkotaan. Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut selama ini justru memiliki nilai kemanusiaan dan religiusitas yang tinggi. "Bukan juga massa miskin kota yang kita tahu punya sisi humanisme dan relegiusitas yang tinggi," lanjutnya.

Ia memandang pembangunan pagar tinggi sebagai bentuk adaptasi pelaku ekonomi untuk melindungi aset mereka secara mandiri ketika menghadapi potensi ancaman keamanan. "Pagar tinggi itu semacam manifesto betapa para pelaku ekonomi kudu mampu lindungi diri sendiri, dalam hal ini aset dan properti di dalamnya," kata Indra.

Dalam unggahannya, Indra tidak menjelaskan secara spesifik peristiwa atau kondisi tertentu yang menjadi latar belakang munculnya pandangan tersebut. Namun, ia menilai tren ini menjadi cerminan persepsi sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya pengamanan mandiri atas aset dan properti yang mereka kelola.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags