Ribuan warga memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi. Di tengah keramaian pelari dan pesepeda, seorang pria lanjut usia terlihat beristirahat setelah bersepeda bersama puluhan rekannya. Ia adalah Pamudji Rahardjo (75), anggota Komunitas Uban Gowes Mania (UGM).
Pamudji berangkat dari Sunter, Jakarta Utara, sekitar pukul 06.00 WIB bersama rekan-rekannya. "Kita tinggal di Sunter semua. Dari Sunter jam 6, sampai sini setengah jam kemudian," ujarnya saat ditemui di CFD Bundaran HI, Minggu (2/8).
Bagi Pamudji, bersepeda bukan sekadar olahraga akhir pekan. Kegiatan itu sudah menjadi rutinitas yang ia jalani sejak muda. Ia mengaku tetap antusias mengikuti gowes setiap pekan karena senang bertemu banyak teman. "Iya, karena tertarik, senang. Banyak orang, banyak teman," katanya.
Pamudji tergabung dalam Komunitas UGM yang anggotanya didominasi lansia. Nama "Uban Gowes Mania" dipilih karena komunitas itu awalnya hanya beranggotakan tiga orang yang semuanya telah beruban. Seiring waktu, jumlah anggota terus bertambah. Kini tercatat 54 anggota, dengan sekitar 27 orang yang aktif mengikuti kegiatan gowes.
"Pertama tuh tiga orang, ya lansia-lansia semua, yang sudah beruban semua. Terus lama-lama pesertanya banyak, terus kita tampung," ujarnya. Komunitas itu juga berkembang dari satu lingkungan di RW 7 Kelurahan Sunter Jaya menjadi wadah bagi warga dari RW lain, seperti RW 3 dan RW 11, yang tertarik bergabung karena melihat kekompakan para anggotanya.
Usai bersepeda di CFD, Pamudji dan rekan-rekannya biasanya kembali ke Sunter. Mereka tidak langsung pulang ke rumah, melainkan berkumpul terlebih dahulu untuk bersantai sambil makan dan minum bersama. "Dari sini langsung pulang ke rumah masing-masing. Nanti di sana (Sunter Jaya) ada tempat kumpul lagi. Kita minum-minum, makan-makan," tuturnya.
Selain bersepeda, Pamudji juga rutin joging. Menurutnya, menjaga tubuh tetap aktif merupakan kunci agar kondisi fisik tetap prima di usia senja. "Ya joging aja," ucapnya saat ditanya soal olahraga lain.
Konsistensi berolahraga membawa perubahan yang ia rasakan sendiri. Pamudji mengaku dulu kerap mengalami berbagai keluhan kesehatan. Namun, sejak aktif berolahraga dan bergabung dengan komunitas gowes, keluhan tersebut perlahan berkurang. "Ya tadinya sebelum ada aktivitas begini ya banyak keluhan-keluhan. Tapi alhamdulillah setelah ada komunitas ini agak berkurang," katanya.
Baginya, manfaat olahraga sederhana adalah menjaga kesehatan agar tetap bisa menikmati hari-hari bersama keluarga dan teman-teman. Di usia 75 tahun, kayuhan sepedanya menjadi bukti bahwa semangat hidup dan kebiasaan aktif dapat terus dijaga, bahkan ketika rambut telah memutih.