Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga umum, untuk turut menyemarakkan Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Ajakan tersebut disampaikan Ali Yafid melalui rilis resmi Kemenag Sulsel pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia meminta masyarakat Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan itu dengan khusyuk dan ikhlas, baik dengan hadir langsung maupun melalui siaran televisi serta akun media sosial dan YouTube resmi Kementerian Agama RI dari rumah masing-masing.
"Khusus untuk Masyarakat Sulawesi Selatan bisa mengikuti kegiatan zikir dan doa kebangsaan melalui Televisi, akun Media Sosial dan Youtube resmi Kemenag RI di rumah bersama keluarga," ujar Ali.
Secara nasional, Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 disiapkan di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara dengan target kehadiran sekitar 100.000 orang di Monas. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengungkapkan kegiatan itu akan melibatkan pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur sipil negara lintas kementerian dan lembaga.
"Rencananya kegiatan ini akan diikuti oleh para pelajar, santri, mahasiswa, guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ormas, serta ASN dari lintas Kementerian/Lembaga," papar Kamaruddin Amin.
Doa Lintas Agama dan Arahan untuk Satuan Kerja
Kegiatan tersebut tidak hanya berisi zikir bersama, tetapi juga doa lintas agama dan paduan suara. Kamaruddin menegaskan seluruh agama akan terlibat dalam rangkaian acara, termasuk pembacaan shalawat yang rencananya dipandu Habib Syekh.
"Jadi semua agama terlibat dalam acara ini. Ada pembacaan shalawat juga yang akan dipandu oleh Habib Syekh," terang Kamaruddin Amin.
Bagi jajaran internal Kemenag Sulsel, Ali Yafid juga meminta satuan kerja di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menggelar zikir dan doa kebangsaan di unit masing-masing sebelum 17 Agustus 2026. Imbauan serupa juga diarahkan kepada para penyuluh agar mengajak masyarakat binaannya berdoa bersama di wilayah kerja masing-masing.
"Dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI satuan kerja di jajaran Kemenag Sulsel bisa mengikuti dan melaksanakan zikir dan doa kebangsaan pada satuan kerja masing masing sebelum tanggal 17 Agustus nanti, para penyuluh juga bisa sambil melakukan zikir dan doa bersama masyarakat binaannya pada wilayah masing masing pula," imbau Kakanwil.
Ali menilai partisipasi masyarakat dalam zikir dan doa kebangsaan menjadi bagian dari rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus ruang mempererat ukhuwah, memperkokoh persatuan, dan meneguhkan komitmen bersama untuk ikut membangun Indonesia yang lebih harmonis dan sejahtera.
"Dengan Zikir kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan doa kita menguatkan harapan, dan dengan persatuan kita membangun Indonesia," ucapnya.
Artikel Terkait
Doa Kebangsaan di Monas Buka Bulan Kemerdekaan, Masyarakat Bisa Hadir Tanpa Daftar
Menag Ajak Masyarakat Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Akhir Pekan Ini
Kemenag Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan di Monas Jelang HUT ke-81 RI
Dishub Jakarta Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Monas saat Konser Akbar