DPP Partai Demokrat menunjuk anggota DPR RI Andi Muzakkir Aqil sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penunjukan ini menggantikan Aliyah Mustika Ilham yang mundur dari partai mengikuti langkah politik suaminya, Ilham Arief Sirajuddin, yang terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.
Surat keputusan penugasan Muzakkir diserahkan Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron didampingi Sekretaris I BPOKK DPP Partai Demokrat I Made Rai Edi Astawa di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Penyerahan berlangsung setelah rangkaian Commanders Call DPP Partai Demokrat di Trans Hotel Cibubur.
Masuknya Muzakkir memberi sinyal bahwa DPP Demokrat ingin mempercepat konsolidasi internal di Kota Makassar pasca-kepergian Aliyah. Perubahan ini dinilai penting karena menyangkut kesiapan mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Kepala BPOKK Cabang Demokrat Kota Makassar Zulkifli Thahir menilai keluarnya SK Plt itu menjadi suntikan energi semangat baru bagi kader partai di tingkat kota hingga struktur bawah. "Dengan keluarnya SK Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar membuat kami kader Demokrat seperti mendapatkan suntikan semangat baru, dan tentu juga berdampak positif bagi 15 DPAC serta 153 Ranting," ujar Zulkifli.
Konsolidasi hingga Anak Ranting
Zulkifli mengatakan struktur partai kini bersiap bergerak cepat untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat paling bawah. Langkah itu dipandang penting agar Demokrat bisa memulihkan kekuatan politiknya di Makassar menjelang kontestasi berikutnya. "Insya Allah segera kami melakukan konsolidasi hingga ke anak ranting agar Demokrat rebound di pemilu 2029," ujarnya.
Andi Muzakkir Aqil saat ini merupakan anggota Fraksi Demokrat di DPR RI yang bertugas di Komisi XII, membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia dan terpilih pertama kali sebagai legislator pusat dari daerah pemilihan Sulsel II pada Pemilu 2024 dengan raihan 50.935 suara.
Penunjukan Muzakkir menempatkan figur legislator pusat sebagai pengendali sementara Demokrat Makassar di tengah transisi pasca-mundurnya Aliyah Mustika Ilham. Kondisi itu membuat arah konsolidasi partai di tingkat kota akan menjadi sorotan dalam waktu dekat, terutama dalam membaca sejauh mana Demokrat mampu menjaga basis organisasinya setelah perubahan pimpinan.
Artikel Terkait
Kemenangan El-Sayed di Michigan Guncang Status Quo Partai Demokrat
Gubernur Sulsel Yakin Sekolah Rakyat Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak
Semifinal dan Final Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar: Para Pemain Muda Tunjukkan Skill Terbaik
Mentan Amran Hadiri Akad Nikah Putri Sahabat di Makassar di Tengah Agenda Padat