Presiden Rusia Vladimir Putin memuji efektivitas strategi perang laut asimetris yang diterapkan Iran di Timur Tengah, khususnya penggunaan apa yang disebut sebagai armada nyamuk. Dalam pertemuan dengan perwira Angkatan Laut Rusia di St. Petersburg pada Minggu, 26 Juli 2026, Putin menyebut taktik tersebut sangat efisien.
"Lihatlah apa yang terjadi di zona konflik Timur Tengah," kata Putin. "Iran yang menggunakan armada nyamuk mereka cukup efisien dalam peperangan mereka. Ini masalah teknologi baru. Kita memiliki kapal-kapal kecil ini, maksudnya, ukurannya kecil, tetapi dilengkapi dengan senjata canggih."
Menurut laporan kantor berita Rusia Sputnik, armada nyamuk Iran terdiri dari sekitar 20 kapal selam mini kelas Ghadir dan beberapa ribu kapal rudal serta kapal serbu cepat. Ringan dan lincah, kapal-kapal ini dapat disembunyikan di terowongan yang diukir di garis pantai berbatu Iran, sehingga sulit dihancurkan dengan senjata jarak jauh milik Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Putin Akui Rusia Kekurangan BBM Akibat Serangan Drone Ukraina