IHSG Terjun Bebas 1,88 Persen ke 6.196, Tekanan Jual Meluas di Seluruh Sektor

- Senin, 27 Juli 2026 | 12:00 WIB
IHSG Terjun Bebas 1,88 Persen ke 6.196, Tekanan Jual Meluas di Seluruh Sektor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 1,88 persen ke level 6.196,43 pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Tekanan jual meluas di seluruh sektor saham domestik, menjadikan koreksi ini bukan sekadar teknikal, melainkan cerminan pasar yang sedang defensif.

Sepanjang hari, frekuensi perdagangan tercatat 2,25 juta kali dengan volume mencapai 37,91 miliar saham dan nilai transaksi Rp17,72 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 587 saham melemah, hanya 104 yang menguat, dan 105 stagnan.

Sektor barang konsumen non-primer menjadi penekan terdalam setelah jatuh 3,04 persen, disusul sektor barang baku 3,02 persen dan energi 2,82 persen. Pelemahan merata ini menunjukkan bahwa investor sedang dalam mode menghindari risiko (risk-off).

Sentimen eksternal turut memperberat. Kenaikan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi global. Di saat yang sama, pasar juga merespons tambahan tarif impor 10 persen dari Amerika Serikat terhadap produk Indonesia, yang menambah tekanan pada aset berisiko.

Meski demikian, peluang pantulan belum sepenuhnya tertutup. Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke area 6.074 hingga 6.146, dengan area penguatan terdekat di 6.198–6.222. Support dipetakan di 6.111 dan 6.007, sedangkan resistance di 6.599 dan 6.705.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah menguji area 6.000–6.100. Dalam skenario ini, resistance berada di 6.300, pivot di 6.200, dan support di 6.000. Artinya, peluang rebound tetap ada, tetapi pasar belum benar-benar lepas dari tekanan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah fluktuasi, sejumlah sekuritas melihat peluang di beberapa saham. BRI Danareksa Sekuritas menempatkan BULL, MMIX, dan SIMP dalam radar perdagangan hari ini. BULL dinilai menarik setelah breakout dari resistance 424 yang kini menjadi support, dengan target kenaikan ke 444–454. MMIX berpeluang rebound dari area supportnya menuju resistance 740–785. SIMP masih punya peluang bullish lanjutan selama bertahan di atas 575, dengan target 600–635.

Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk empat saham berikut.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terkoreksi 7,32 persen ke 152 dengan volume mengecil. Secara teknikal, posisi BIPI berada pada bagian dari wave B dari wave (A). Area buy on weakness dipetakan di 134–150, target harga 175–200, dan stop loss di bawah 129.

PT Sentul City Tbk (BKSL) terkoreksi 4,17 persen ke 69 disertai volume penjualan. MNC Sekuritas memperkirakan posisi BKSL sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Area buy on weakness di 63–68, target 75–82, stop loss di bawah 60.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 6,36 persen ke 442 dan kembali bergerak di bawah MA200. Meski demikian, saham ini masih masuk radar buy on weakness dengan area akumulasi 392–414, target 510–550, dan stop loss di bawah 330.

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga menarik dicermati. MNC Sekuritas merekomendasikan area masuk di 750–780, target harga 980–1.090, dan stop loss di bawah 675. Dalam kondisi pasar yang rapuh, RAJA dinilai masih punya ruang gerak selama disiplin entry dan batas risiko dijaga.

Secara keseluruhan, rekomendasi saham hari ini menunjukkan peluang masih tersebar di beberapa sektor, dari energi dan infrastruktur hingga komoditas, properti, dan saham berbasis momentum. Namun, dalam kondisi pasar yang rawan tekanan jual dan profit taking, daftar ini lebih tepat dibaca sebagai panduan pantauan aktif, bukan ajakan mengejar harga tanpa perhitungan. Investor tetap perlu disiplin menjaga area beli, target cuan, dan batas risiko.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags