Cendekiawan Muhammadiyah: Pendidikan Indonesia Tertinggal, MBG Tak Berkorelasi dengan Kemakmuran

- Senin, 27 Juli 2026 | 07:40 WIB
Cendekiawan Muhammadiyah: Pendidikan Indonesia Tertinggal, MBG Tak Berkorelasi dengan Kemakmuran

Dr. Sukidi Mulyadi, cendekiawan Muhammadiyah dan lulusan Harvard University, menilai pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal, terutama dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Menurutnya, ketertinggalan ini membuat sumber daya manusia Indonesia tidak kompetitif di pasar global.

Dalam pernyataannya, Sukidi juga mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. "Tidak ada teori di dunia manapun bahwa MBG itu berkorelasi dengan kemakmuran satu bangsa," ujarnya.

Sukidi menambahkan bahwa rendahnya kualitas pendidikan berdampak langsung pada kualitas tenaga kerja. "Lulusan-lulusan yang ada di pasar itu tak lebih dari lulusan SMP SMA, jadi unskilled labor. Mereka tidak bisa kompetitif, apalagi dari aspek penguasaan bahasa Inggris, jauh tertinggal dengan negara-negara Asia Tenggara," jelasnya.

Ia juga menyoroti minimnya pertumbuhan intelektual Presiden Prabowo meskipun dikenal gemar membaca. "Saya tidak melihat bahwa presiden tumbuh secara intelektual. Padahal dia banyak baca buku. Itu tidak menandakan mempunyai satu pertumbuhan secara intelektual," kata Sukidi.

Menurut Sukidi, pendidikan adalah penanda kemajuan suatu bangsa. "Kecerdasan itu juga berkorelasi positif dengan kemakmuran satu bangsa. Dan saya tidak melihat bahwa aspek pendidikan ini diperbaiki dengan baik," pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags