Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,3 persen ke level 6.315 pada perdagangan Kamis (23/7/2026), setelah bergerak liar dari 6.306 hingga 6.454 dan berakhir nyaris di titik terendah harian. Tekanan profit taking masih membayangi perdagangan Jumat (24/7/2026), membuat rekomendasi saham hari ini kembali menjadi perhatian.
Volume perdagangan mencapai 63,31 miliar saham dengan nilai transaksi Rp23,94 triliun dan frekuensi 3,18 juta kali. Sebanyak 299 saham melemah, 321 saham menguat, dan 176 saham stagnan. Tekanan terhadap indeks terutama datang dari sektor perindustrian, konsumen non-primer, dan keuangan.
Suku bunga acuan Bank Indonesia yang tetap ditahan di level 5,75 persen memberi bantalan stabilitas, namun pasar belum sepenuhnya lepas dari risiko koreksi lanjutan. Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi indeks berada di 6.146 hingga 6.219, dengan support di 6.226 dan 6.111 serta resistance di 6.599 dan 6.705. Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas melihat IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.110 hingga 6.380, yang berarti peluang rebound tetap terbuka.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah fluktuasi pasar, sejumlah sekuritas tetap merekomendasikan saham-saham yang layak dicermati. Pilarmas Investindo Sekuritas menempatkan BUMI, TINS, dan MEDC dalam radar saham pilihan, menunjukkan sektor energi dan komoditas masih menarik.
Untuk BBRI, MNC Sekuritas melihat ruang pantau tetap terbuka meski saham ini terkoreksi 0,99 persen ke level 2.990. Pergerakannya masih mampu bertahan di atas MA60, sehingga area buy on weakness dipetakan di kisaran 2.910 hingga 2.950, dengan target harga 3.120 sampai 3.180 dan stop loss di bawah 2.890.
Saham BRPT juga masuk daftar rekomendasi setelah terkoreksi 2,19 persen ke level 1.790. Area buy on weakness diperkirakan di 1.600 hingga 1.770, target harga 2.000 sampai 2.110, dan stop loss di bawah 1.570.
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, EMAS justru menguat 4,72 persen ke level 6.100 disertai peningkatan volume pembelian. Area buy on weakness di kisaran 5.975 hingga 6.075, target harga 6.450 sampai 6.700, dengan stop loss di bawah 5.875.
EXCL terkoreksi tipis 0,39 persen ke level 2.540 dan masih dibayangi tekanan jual, namun pergerakannya tetap di atas MA20. Area buy on weakness di 2.480 hingga 2.520, target harga 2.660 sampai 2.740, dan stop loss di bawah 2.430.
Secara keseluruhan, rekomendasi saham hari ini menunjukkan peluang tersebar di beberapa sektor, dari energi dan komoditas hingga perbankan, telekomunikasi, dan saham konglomerasi. Namun, dalam kondisi pasar yang masih rawan profit taking, daftar ini lebih tepat dibaca sebagai panduan pantauan aktif. Investor tetap perlu disiplin menjaga area beli, target cuan, dan batas risiko.
Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan rangkuman analisis teknikal dari sejumlah sekuritas dan informasi pasar terbaru, bukan ajakan mutlak membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,75 Persen ke 6.204 pada Sesi I, Rupiah Melemah
IHSG Dibuka Merah, Rupiah Melemah ke Rp17.990 per Dolar AS
IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Sentimen Global dan Aksi Ambil Untung
IHSG Diprediksi Menguji Rentang 6.470-6.667, Cermati Level Koreksi