Seorang pedagang ronde di kawasan Pasar Laron, Alun-alun Kota Batu, diduga menyajikan kembali sisa wedang ronde dari pembeli lain kepada pelanggan baru. Temuan ini mencuat setelah akun Threads @eggieeew mengunggah pengalamannya pada Selasa (21/7) dan langsung menjadi perbincangan hangat warganet.
Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan bahwa wedang ronde yang dibelinya terasa kurang segar karena terlalu banyak air. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, ia melihat oknum penjual memasukkan kembali sisa minuman yang tidak habis dari pembeli sebelumnya ke dalam sebuah panci untuk disajikan lagi.
"Buat warga yang mau liburan ke Malang dan berniat ke Alun-Alun Batu atau warga sekitarnya, tolong hindari kedai gerobak ronde satu ini, posisinya persis di sebelah Rumah Susu 'Sudiro'. Ini harus banyak orang yang tau karena jualannya jahat dan merugikan, niat sehat malah khawatir jadi penyakit," tulis @eggieeew.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Laron, Sahid, membenarkan bahwa pedagang yang dimaksud bernama Jarwo. Ia berjualan di depan Pasar Laron sejak zaman Wali Kota Almarhum ER dan biasa buka sore hingga malam hari, dibantu seorang karyawan perempuan. Saat kejadian, Jarwo sedang keluar dan pegawainya yang menjaga gerobak.
"Saya sudah tanyakan ke pihak yang bersangkutan, saya nggak tahu tapi kok tiba-tiba ada tulisannya seperti itu sampah itu sudah diambil, masak bekasnya orang makan dikasihkan orang lagi la seperti itu. Saya kroscek katanya itu ditaruh di panci, nggak ditaruh panci itu di ceret. Saya kok ini muncul terus di media," jelas Sahid.
Ia menduga unggahan tersebut bagian dari persaingan usaha tidak sehat. Apalagi, foto gerobak yang beredar merupakan foto lama, sementara Jarwo kini sudah menggunakan gerobak baru. Sahid khawatir isu ini menimbulkan kecemburuan sosial, terutama setelah ada warganet yang merekomendasikan penjual ronde di samping Masjid Agung An-Nur Kota Batu.
"Ronde paling ramai di situ, lah kok ada yang komen itu sebelahnya Masjid An Nur itu, saya sudah paham ini ada kecemburuan sosial," tuturnya.
Dampak dari viralnya kabar ini tidak hanya dirasakan Jarwo. Sahid mengatakan hampir seluruh pedagang di Pasar Laron mengalami penurunan pengunjung selama dua hari terakhir. Ia berharap instansi terkait turun tangan membantu mencari solusi.
"Ini malah sepi, dua hari ini. Terpengaruh satu ya akhirnya semua ikut terpengaruh, mulai sepi," ujarnya.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Andri Yunanto, menyayangkan unggahan yang tidak disertai bukti foto atau video. Pihaknya sudah mendatangi pedagang tersebut dan menemukan fakta berbeda dari narasi yang beredar.
"Jangan sampai karena berita yang ini yang mungkin kebenarannya perlu masih kita pertanyakan kita diskusikan, tapi akhirnya berdampak kepada 537 pedagang yang ada di sana," kata Andri.
Menurutnya, ada 537 pedagang di sekitar Alun-alun Kota Wisata Batu yang menggantungkan hidup dari berjualan. Isu ini membuat pemasukan mereka menurun di tengah sektor pariwisata yang belum pulih.
"Kan gitu kasihan, sudah pariwisatanya turun, kan gara-gara kayak gini citranya PKL Alun-Alun yang menjadi sentra wisata kulinernya akhirnya turun juga," ucapnya.
Artikel Terkait
Mau Liburan ke Jatim Park? Ini 5 Perbedaan Jatim Park 1 dan Jatim Park 2
15 Wisata Edukasi di Malang Raya untuk Liburan Sekolah yang Berkesan