Wapres Duduk di Barisan Menteri, Isyarat Politik atau Sekadar Penyesuaian?

- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:00 WIB
Wapres Duduk di Barisan Menteri, Isyarat Politik atau Sekadar Penyesuaian?

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka duduk di barisan menteri koordinator, bukan di samping Presiden Prabowo Subianto, saat rapat kabinet beberapa waktu lalu. Posisi itu menuai sorotan dan pertanyaan publik: apakah ini sekadar penyesuaian teknis atau ada pesan politik di baliknya?

Dalam rapat kabinet yang berlangsung hampir dua jam, Presiden Prabowo memberikan arahan kepada para menteri. Wapres Gibran memilih duduk bersama para menteri koordinator, bukan di kursi yang biasa disediakan di samping Presiden. Namun, saat salam hormat, Wapres tetap disebut pertama, sebelum para menteri.

Sejumlah pengamat menilai tidak ada aturan baku yang mewajibkan Wapres duduk di samping Presiden. "Tak ada keharusan dan tak ada pula larangan. Ini wilayah ijtihad," ujar seorang pengamat politik. Namun, tradisi sebelumnya menunjukkan Wapres selalu berada di sisi Presiden dalam forum resmi.

Pertanyaan soal posisi Wapres ini muncul di tengah pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut Prabowo-Gibran akan dua periode. Pernyataan itu dinilai membebani posisi Gibran dan Prabowo sendiri. "Ini tidak saja memberatkan posisi Gibran, tapi juga posisi Prabowo," kata seorang analis.

Apalagi, narasi bahwa Prabowo menjadi presiden berkat Jokowi dan kontribusi Gibran terus diulang. "Gibran Wapres terbaik sepanjang masa," ujar pengamat politik Ade Armando tahun lalu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags